Rabu, September 16, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPemprov Sultra Terjunkan Tim Gabungan Tangani Karhutla 423 Hektare di Koltim

Pemprov Sultra Terjunkan Tim Gabungan Tangani Karhutla 423 Hektare di Koltim

KENDARIKINI.COM – Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) mengerahkan tim gabungan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kolaka Timur (Koltim).

Berdasarkan laporan BPBD Koltim, hingga 16 September 2026, luas lahan terdampak mencapai sekitar 423,14 hektare.

Karhutla tersebut tersebar di tiga kecamatan, tujuh desa, dan satu kelurahan di wilayah Kolaka Timur.

BPBD Sultra menurunkan personel dan peralatan untuk memperkuat penanganan bersama BPBD Koltim.

Pos penanganan Karhutla dipusatkan di Kantor Polsek Lalolae untuk memudahkan koordinasi tim gabungan.

Salah satu wilayah terdampak parah berada di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo, dengan luas penanganan mencapai 319,35 hektare.

Sebagian wilayah terbakar merupakan lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus agar api tidak kembali muncul.

Petugas harus berjalan sekitar satu kilometer dari permukiman warga menuju sejumlah titik api akibat akses yang sulit.

Kondisi semakin berat karena angin kencang dan perubahan arah angin menghambat proses pemadaman.

Peralatan pemadaman dan mobil tangki air disiagakan untuk mendukung operasi pemadaman secara berkelanjutan.

Selain pemadaman, Dinas Kesehatan Sultra turut menerjunkan tim medis untuk memeriksa kondisi warga dan petugas.

Layanan kesehatan digelar di Balai Kelurahan Tinengi dengan sasaran sebanyak 35 warga terdampak Karhutla.

Dari pemeriksaan tersebut, 15 warga mengalami hipertensi, sementara 20 lainnya mengalami batuk, sesak napas, dan ISPA.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap 30 warga di Desa Solewatu dan masyarakat Desa Weamo.

Petugas pemadam dari Manggala Agni, TNI/Polri, dan BPBD turut mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan.

Kebutuhan mendesak meliputi tambahan obat-obatan, vitamin, serta masker N95 bagi warga dan petugas lapangan.

Sementara itu, DLH Sultra melakukan pemetaan dan analisis lahan gambut yang berpotensi mengalami Karhutla.

Hasil analisis tersebut digunakan sebagai bahan edukasi, penanganan, dan mitigasi Karhutla di kawasan gambut.

Pemprov Sultra juga menggelar rapat koordinasi penanggulangan Karhutla dan kekeringan sebagai langkah konsolidasi.

Dalam rapat tersebut, Kolaka Timur ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan Karhutla oleh Satgas Bencana Provinsi Sultra.

BWS menyatakan siap mendukung peralatan dan bahan bakar bagi tim yang bertugas di lapangan.

BWS juga menginisiasi rencana pengadaan sumur bor di lokasi kebakaran, namun masih menunggu Instruksi Presiden.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -