Kendari – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Sultra mengadukan PN Kendari di Kejati Sultra soal dugaan Tindak Pidana Korupsi senilai 1,4 Miliar pada Kamis 23 November 2023.
Ketua Bidang Pencegahan dan Monitoring Laki Sultra Nizar Fahri Adam mengatakan bahwa hari ini pihaknya mengadukan dugaan Tipikor PN Kendari terkait penggunaan anggaran pada tahun 2021 sampai dengan 2023.
“Yang kami adukan itu terkait 3 klaster diantaranya dugaan mark-up anggaran di tahun 2021 sampai dengan 2022, dugaan manipulasi anggaran tahun 2021 sampai dengan 2022 dan dugaan penyimpanngan keuangan dilingkup PN Kendari,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa aduannya dilengkapi dengan hasil audit internal dari Mahkamah Agung.
“Kami adukan didukung dengan Laporan Pelaksanaan Kegiatan PN Kendari tahun 2021 sampai dengan 2022, dengan merujuk kepada laporan keuangan Mahkamah Agung audiy tahun 2021, serta LKIP laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2022,” ungkapnya.
Lanjutnya merujuk dari 3 (Tiga) sumber, tersebut sebagai penguatan argumentasi pembuktian, LAKI Sultra menduga dengan tiga klaster tersebut kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.444.238.000,-.
“Dari hal tersebut kami adukan sejumlah tindakan perbuatan melawan hukum sebagai Pegawai Negeri Sipil ataupun penyelenggara negara yang notabenenya sebagai pejabat negara,” tegasnya.
Sementara itu terkait aduan tersebut Asintel Kejati Sultra Ade Hermawan mengatakan “Tentunya akan kita telaah terlebih dahulu terkait laporan dimaksud sesuai dengan SOP penerimaan laporan dugaan terjadinya tindak pidana korupsi,”.
Terkait aduan tersebut saat dikonfirmasi Humas PN Kendari Ahmad Yani menampik dugaan Tipikor tersebut.
“Yang jelas tidak ada audit internal MA, yang ada adalah audit dari Pengadilan Tinggi berkaitan dengan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan tidak ada temuan seperti yang disebutkan,” katanya saat dihubungi via WhatsApp.
Ia menambahkan untuk laporan kinerja 2021 bernilai hasil sangat baik.
Lanjutnya pihaknya menjelaskan bahwa tidak ada temuan seperti kata LAKI Sultra.
“Yang terbesar anggaran di PN Kendari adalah belanja Pegawai, (ini untuk gaji) selanjutnya ada belanja barang 2,5 M (untuk operasional, listrik, telepon, air, bbm, baju dinas pns pemeliharaan dan lainnya, Kemudian belajar Modal sebesar 265 juta (untuk pembelian asset misalnya komputer dan lainnya, Terus yang mana ada temuan temuan 1,4 Miliar anggaran yang sama juga ditahun 2022 demikian,” pungkasnya.*










