KENDARIKINI.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Imbauan tersebut dituangkan melalui surat Nomor 500.4.1/3750 tertanggal 8 Juni 2026 tentang peningkatan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla.
Surat itu ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara untuk memperkuat pencegahan serta penanganan karhutla.
Langkah tersebut diperlukan karena BMKG memprediksi musim kemarau 2026 berlangsung bertahap mulai Juni, Juli, hingga awal Agustus.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus dan September, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan perlu diantisipasi.
Data Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla Sultra mencapai 677,33 hektare periode Januari hingga April 2026.
Gubernur meminta daerah mengintensifkan patroli pencegahan, sosialisasi, kampanye, serta pemantauan titik panas secara berkelanjutan.
Pemantauan hotspot dapat dilakukan melalui Sistem Monitoring Hutan dan Lahan atau Sipongi milik Kementerian Kehutanan.
Daerah juga diminta memastikan personel, peralatan, sarana, dan prasarana penanggulangan karhutla selalu dalam kondisi siap pakai.
Patroli bersama melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, KPH, dan masyarakat untuk memperkuat deteksi dini serta pemadaman.
Selain itu, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan anggaran, memantau prediksi cuaca BMKG, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Status siaga karhutla dapat ditetapkan dengan mempertimbangkan perkembangan hotspot dan eskalasi kejadian di lapangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah mencegah kebakaran meluas dan menjaga lingkungan Sulawesi Tenggara.*












