KENDARIKINI.COM – Kepala SMAN 4 Kendari, Liyu, membantah pihak sekolah mengetahui pengelolaan iuran alumni 2025.
Ia menegaskan pengumpulan iuran tersebut merupakan inisiatif alumni bersama orang tua masing-masing.
“Tidak ada sangkut pautnya dengan sekolah. Mereka kumpul uang atas kesepakatan dengan orang tuanya masing-masing,” kata Liyu, Senin (24/8/2026).
Liyu mengaku tidak mengetahui rincian maupun total iuran yang dikumpulkan alumni SMAN 4 Kendari.
Menurutnya, sekolah sejak awal melarang segala bentuk pungutan kepada siswa-siswi SMAN 4 Kendari.
“Inisiatif mereka sendiri dan di luar tanggung jawab sekolah. Kami tidak tahu berapa uang yang masuk,” ujarnya.
Liyu juga menyebut pihak sekolah telah menyampaikan pemberitahuan kepada orang tua alumni terkait kegiatan tersebut.
Ia mengatakan surat tersebut menegaskan seluruh kegiatan alumni berada di luar tanggung jawab dan pengetahuan sekolah.
“Saya turunkan surat kepada orang tua bahwa semua kegiatan mereka di luar tanggung jawab dan pengetahuan sekolah,” jelasnya.
Sebelumnya, alumni SMAN 4 Kendari angkatan Rouvel 2025/2026 menuntut buku tahunan dari iuran mereka.
Iuran tersebut disebut mulai dikumpulkan sejak Februari 2025 oleh sekitar 450 siswa.
Namun, buku tahunan hingga kini disebut belum diterbitkan pihak SMAN 4 Kendari.
Total iuran yang terkumpul diduga mencapai sekitar Rp180 juta dari para siswa yang ikut membayar.*












