KENDARIKINI.COM – Puluhan mahasiswa pecinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menjelajahi kawasan Karst Matarombeo di Desa Bendewuta, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026) tersebut merupakan bagian dari rangkaian Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV Mapala se-Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti pengenalan medan tebing atau *rock climbing* dengan ketinggian tebing sekitar 50 meter.
Pimpinan Operasi, Veki, terlibat dalam pelaksanaan kegiatan lapangan. Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO), Ika Amalia, turut memberikan penjelasan mengenai karakteristik kawasan tersebut.
Ika mengatakan, Karst Matarombeo merupakan gugusan pegunungan batu kapur purba di pedalaman Konawe Utara yang memiliki bentang alam unik.
Kawasan ini memiliki formasi batuan kapur, kontur tebing, serta kondisi geografis yang menjadi tantangan tersendiri bagi peserta kegiatan alam bebas.
Menurutnya, pengenalan medan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan teknis, memahami penggunaan peralatan keselamatan, serta mempelajari manajemen risiko selama kegiatan pemanjatan.
Selain meningkatkan kemampuan lapangan, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dan penguatan jejaring antarmahasiswa pecinta alam dari berbagai daerah.
Ika menegaskan, eksplorasi kawasan karst juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan habitat di sekitarnya.
Rangkaian TWKM XXXV berlangsung pada 22–28 Oktober 2026 dengan berbagai kegiatan alam bebas, konservasi lingkungan, serta penguatan kapasitas mahasiswa pecinta alam.*













