Jumat, Juni 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dirjen Kunjungi Sultra Tinjau Langsung Kinerja Bea Cukai Kendari

Kendari – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kendari. Kegiatan ini mengawali rangkaian kunjungan kerja Askolani ke Pulau Sulawesi. Acara ini berlangsung di Kantor Bea dan Cukai Kendari di Kota Kendari.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kinerja Kantor Bea Cukai Kendari, memberikan motivasi dengan berinteraksi langsung dengan para pegawai Bea Cukai Kendari, serta membahas isu-isu penting terkait dengan perkembangan perekonomian Sulawesi Tenggara dan perkembangan kepabeanan dan cukai di wilayah pengawasan Bea Cukai Kendari.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani beserta jajarannya disambut langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Djaka Kusumartata, dan Kepala KPPBC TMP C Kendari, Tonny Riduan P. Simorangkir, Senin pagi di Bandara Haluoleo. Setibanya di Kantor BC Kendari, Askolani dan rombongan diterima dengan sambutan penuh semangat dengan yel-yel para kendarians serta pertunjukan manuver speed boat yang dikemudikan langsung oleh pegawai BC Kendari.

Selama kunjungan ini, Direktur Jenderal memantau keadaan Kantor Bea Cukai Kendari secara langsung melalui office tour mulai dari ruang front desk yang telah sepenuhnya terbuka tanpa adanya batasan antara pengguna jasa dan pegawai, ruang kerja bersama 3 seksi, serta ruang MCR sebagai ruang pemantauan untuk seluruh kegiatan pengawasan di wilayah bea cukai kendari karena telah terkoneksi langsung dengan CCTV di tiap-tiap kawasan berikat.

Selain itu, Direktur Jenderal juga memantau kinerja KPPBC TMP C Kendari, termasuk terkait pencapaian target penerimaan, penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat. Beliau juga berinteraksi langsung dengan pegawai dan para stakeholder Bea Cukai Kendari untuk mendengar masukan, tantangan, dan ide-ide yang dapat meningaktkan efektifitas dan efisiensi kinerja KPPBC TMP C Kendari.

Selain itu Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, melakukan rangkaian kegiatan kunjungan kerja ke Pulau Sulawesi. Mengawali rangkaian kegiatan ini, Askolani mengunjungi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (BC) Kendari. Acara ini berlangsung di Kantor Bea dan Cukai Kendari di Kota Kendari. Setibanya di Kantor BC Kendari, Direktur Jenderal beserta rombongan disambut penuh semangat dengan yel-yel para kendarians serta pertunjukan manuver speed boat yang dikemudikan langsung oleh pegawai BC Kendari.

Pada kesempatan ini turut menyambut Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Sulawesi Tenggara, Syarwan yang juga merupakan Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara, beserta jajaran pimpinan unit eselon III Kemenkeu lainnya diantaranya Kepala KPP Pratama Kendari, KPP Pratama Kolaka, Kepala KPPN Kendari, Kepala KPKNL Kendari, dan tentunya Kepala KPPBC TMP C Kendari.

Dalam kunjungan ini, Direktur Jenderal menjadi kesempatan untuk membahas isu-isu strategis dalam bidang kepabeanan dan cukai yang berkaitan dengan wilayah Sulawesi Tenggara bersama jajaran pimpinan Kemenkeu Satu Sulawesi Tenggara, seperti upaya pencegahan penyelundupan dan peningkatan penerimaan negara dari berbagai sektor, memantau kinerja dan memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapai, meningkatkan koordinasi antara Kantor Pusat dan Kantor Daerah dalam pelaksanaan tugas bea dan cukai, mengatasi masalah dan hambatan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi pabean dan cukai serta mendorong semangat kerja dan motivasi pegawai bea dan cukai di lingkungan KPPBC TMP C Kendari.

Mengawali diskusi kondisi perekonomian Sulawesi Tenggara, Syarwan melaporkan bahwa di Sulawesi Tenggar telah terjalin komunikasi dan kerjasama yang sangat baik antar unit Kemenkeu di Sulawesi Tenggara. Sebagai wujud nyata kerja sama tersebut, telah terbentuk pula kelompok-kelompok kerja (Pokja) diantaranya Pokja Joint Penerimaan, yang dikomandoi Kepala Kantor BC Kendari, Pokja UMKM yang diketuai Kepala Kantor KPP Pratama Kendari, dan Pokja ALCo dibawah naungan Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara. Telah dilaksanakan berbagai kegiatan rutin selama ini, salah satunya adalah pembahasan ALCo antara seluruh unit Kemenkeu Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, OJK, Badan Pusat Statistik, dan local expert. Dalam kegiatan ini dibahas perekonomian Sulawesi Tenggara, perkembangan dan isu-isu terkini seputar perekonomian, sumbangsih Kemenkeu lewat penerimaan perpajakan dan PNBP, pengelolaan aset, pengelolaan dana transfer ke daerah, KUR, serta pembahasan bersama lainnya demi peningkatan kondisi ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara. Atas seluruh hasil pembahasan dalam ALCo tersebut selalu disampaikan kepada masyarakat melalui media-media di Sulawesi Tenggara dalam suatu kegiatan press release rutin setiap bulannya.
Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal memberikan penekanan pada beberapa hal diantaranya bahwa BC Kendari sebagai Ketua Pokja Joint Penerimaan harus lebih optimal lagi memberikan berbagai effort seperti memfasilitasi pertukaran data antar unit yang seharusnya, diskusi dan pembahasan guna peningkatan penerimaan negara di Sulawesi Tenggara baik penerimaan perpajakan maupun PNBP, serta aktif membangun kerjasama antar unit Kemenkeu. Selanjutnya Direktur Jenderal juga mengapresiasi apa yang telah dilakuakan jajaran Kemenkeu Satu Sulawesi Tenggara lewat kegiatan ALCo, dan beliau berharap bahwa kegiatan-kegiatan ini harus berorientasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab Kementerian Keuangan baik sebagai revenue collector dan pengelola keuangan negara.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (BC) Kendari beruntung dan bangga menjadi kantor pertama yang disambangi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, dalam rangkaian kegiatan kunjungannya kerja ke Pulau Sulawesi. Setibanya di Kantor BC Kendari, Direktur Jenderal beserta rombongan disambut penuh semangat dengan yel-yel para kendarians serta pertunjukan manuver speed boat yang dikemudikan langsung oleh pegawai BC Kendari. Setelah disambut oleh Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Djaka Kusumartata, dan Kepala KPPBC TMP C Kendari, Tonny Riduan P. Simorangkir, Senin pagi di Bandara Haluoleo, turut menyambut pula jajaran pimpinan unit Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Sulawesi Tenggara yang langsung dipimpin oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Sulawesi Tenggara, Syarwan yang juga merupakan Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara.

Pada kunjungan kerja ini, Direktur Jenderal juga memantau kinerja KPPBC TMP C Kendari, termasuk terkait pencapaian target penerimaan, penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat. Secara lengkap, Tonny melaporkan bahwa BC Kendari telah mencapai realisasi sebesar 97% untuk tahun 2023 ini dan optimis bahwa target penerimaan akan tercapat pada akhir tahun nanti.

Tonny melaporkan pula berbagai hal lainnya seperti kondisi pegawai, aset-aset, dan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun ini. Tak lupa pula disampaikan bahwa BC Kendari terus berupaya bersama para Eksportir untuk menjaga Devisa Perdagangan agar selalu tumbuh positif dimana Devisa Ekspor harus lebih tinggi dari pada Devisa Impor.

Dimana untuk tahun 2023 ini, rasio Devisa Ekspor terhadap Devisa Impor di Sulawesi Tenggara sebesar 2,6.
Menanggapi positifnya kinerja BC Kendari dalam menjaga Devisa Perdagangan Internasional, maka Direktur Jenderal berkenan berinteraksi langsung dengan para perwakilan eksportir yang juga hadir di Kantor BC Kendari pada saat kunjungan kerja ini.

Dalam interaksinya ini, Direktur Jenderal datang untuk mendengar masukan, tantangan, dan ide-ide dari para perwakilan eksportir yang diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor dari Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi bahwa di Sulawesi Tenggara, komoditi ekspor terbagi menjadi 2 sektor, yakni Sektor Pertambangan dan Sektor Non Pertambangan. Untuk Sektor Pertambangan, sumbangan ekspor terbesar diberikan oleh PT Obsidian Stainless Steel, PT Virtue Dragon Nickle Industry, dan Aneka Tambang dengan produk seperti : Stainless Steel Billet, Ferronickle, dan Aspal. Selain itu ekspor Sektor Nonpertambangan didorong oleh UMKM yang terus berusaha untuk menembus dan mengembangkan usahanya ke pasar global melalui komoditas seperti : Ikan Tenggiri, Kerapu, Tuna, Udang Vaname, Kepiting Hidup, dan Molasses.*

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -