KENDARIKINI.COM – Ambruknya proyek pembangunan Tambat Labuh di Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Barat, Kota Kendari, disebabkan oleh penurunan struktur tanah.
Hal ini dikemukakan Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Penataan Tambat Labuh Kendari, Tokhfa Ismail saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Kendari, Kamis (30/1/2025).
Tokhfa Ismail mengatakan, kondisi di lokasi proyek pembangunan Tambat Labuh adalah tanah lempung. Sehingga struktur tanah mudah mengalami penurunan.
“Penyebabnya itu adalah penurunan struktur tanah. Dan memang tanah disitu adalah tanah lempung,” katanya.
Lanjut, kata dia, penurunan struktur tanah ini sedalam 7 Cm. Menyangkut dengan spesifikasi material besi dan beton telah melalui pengujian yang baik.
“Menyangkut dengan spesifikasi telah dilaksanakan dengan baik, material besi ada uji betonnya dan ada uji Hammer testnya,” ujarnya.
Berdasarkan perencanaan, harus dilakukan fondasi sumuran sedalam 3 meter menggunakan sumur cincin sebagai dasar fondasi.
Selain itu, pihaknya menunggu hasil Tim Audit Inspektorat mengenai volume pengerjaan untuk dilakukan pembayaran.
“Yang memungkinkan sekarang adalah Tim Audit Inspektorat menilai berapa volume yang bisa diakui sebagai volume pengerjaan untuk dilakukan pembayaran,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar merekomendasikan untuk tetap melakukan pengawasan terhadap pembangunan Tambat Labuh ini.
Kemudian, menunggu hasil dari Tim Audit Inspektorat perihal volume pengerjaan proyek pembangunan Tambat Labuh ini.
“Kita menunggu audit dari Inspektorat baru kita adakan langkah-langkah berikut,” pungkasnya.**










