Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPekerja Lokal Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual TKA di Morosi Konawe

Pekerja Lokal Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual TKA di Morosi Konawe

KENDARIKINI.COM – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina kembali mencuat di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu 11 Mei 2025.

Seorang pekerja lokal, yang merupakan karyawan di perusahaan industri pertambangan PT. OSS (Obsidian Stainless Steel), diduga menjadi korban perlakuan tidak senonoh oleh salah satu TKA di lingkungan kerja.

Informasi ini pertama kali terungkap melalui rekaman suara dari orang tua korban yang tersebar di salah satu grup percakapan, Minggu 27 April 2025

Dalam rekaman tersebut, orang tua korban dengan penuh emosi menceritakan bahwa anaknya mengalami pelecehan fisik, di mana pelaku secara terang-terangan meremas payudara korban. Akibat tindakan bejat tersebut, korban mengalami kesakitan yang cukup serius hingga meninggalkan bekas memar di bagian tubuhnya.

Menurut penuturan orang tua korban dalam rekaman yang beredar. korban yang bekerja PT OSS di Morosi mengalami pelecehan fisik. Pelaku diduga telah meremas bagian payudara korban secara paksa, sehingga menyebabkan rasa sakit serta meninggalkan bekas memar yang nyata di tubuh korban.

“Anak saya dilecehkan. Area payudara anak saya memar karena diremas,” demikian kira-kira isi pesan emosional orang tua korban dalam rekaman yang beredar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polres Konawe bergerak cepat. Pelaku saat ini telah diamankan dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan prosedur dan memberikan rasa keadilan bagi korban.

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru yang diterima, saat ini kedua belah pihak tengah menjalani proses mediasi. Mediasi tersebut difasilitasi oleh pihak perusahaan dengan pengawasan dari aparat penegak hukum. Upaya penyelesaian ini ditujukan untuk mencari jalan keluar terbaik, meskipun demikian, hak-hak korban tetap menjadi prioritas utama.

Kasus ini menuai reaksi keras dari masyarakat setempat. Banyak pihak mengecam keras tindakan pelaku dan mendesak perusahaan serta aparat hukum untuk tidak memberikan toleransi terhadap perilaku tak bermoral seperti ini, apalagi terjadi di lingkungan kerja yang seharusnya aman dan nyaman bagi seluruh karyawan, baik lokal maupun asing.

Kasus ini mengundang kecaman keras dari masyarakat setempat. Banyak yang menuntut perlindungan lebih ketat bagi pekerja lokal, khususnya perempuan, di lingkungan industri besar seperti PT OSS. Mereka juga mendesak agar pihak perusahaan bertanggung jawab penuh dalam memberikan rasa aman kepada seluruh karyawan, tanpa diskriminasi.

Peristiwa ini kembali membuka mata publik akan pentingnya pengawasan ketat terhadap perilaku tenaga kerja asing, serta perlunya regulasi yang melindungi hak-hak tenaga kerja lokal dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum, sembari berharap kejadian memilukan seperti ini tidak lagi terulang di wilayah Morosi maupun di kawasan industri lainnya di Indonesia.

Sementara itu media ini telah berusaha mengkonfirmasi ke Humas PT OSS, Bahar via pesan WhatsApp namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

Hal serupa juga saat media ini mengkonfirmasi ke Kapolsek Bondoala, Iptu Muh Heder Payopo juga enggan memberikan tanggapan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -