Begini Catatan BPS Soal Inflasi dan Deflasi di Sultra

KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi, Nilai Tukar Petani, Ekspor dan Impor, Transportasi, serta Perkembangan Pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Kurniawan, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 2 Juni 2025.

“Pada Mei 2025 terjadi inflasi year on year (yoy) Provinsi Sulawesi Tenggara 1,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,72. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka 3,15 persen dengan IHK 109,86 dan inflasi terendah tercatat di Kota Kendari 1,12 persen dengan IHK 107,87,” katanya.

Lanjutnya Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

“Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau 2,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,60 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,91 persen; kelompok kesehatan 2,52 persen; kelompok transportasi 0,39 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 2,08 persen; kelompok pendidikan 1,50 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran 2,57 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 6,89 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi y-on-y, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki 1,28 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen,” ungkapnya.

Sambungnya Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami deflasi month to month 0,14 persen dan mengalami inflasi year to date pada bulan Mei 2025 2,03 persen.*



Kendari Kini bisa diakses melalui saluran Google News atau Google Berita pada link ini.

👇

Saluran Google News Kendarikini.com