Minggu, Juni 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaKSOP Kendari Siagakan 24 Kapal dan Perketat Pengawasan Jelang Nataru

KSOP Kendari Siagakan 24 Kapal dan Perketat Pengawasan Jelang Nataru

KENDARIKINI.COM, KENDARI — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menyiagakan 24 unit kapal dan memperketat pengawasan pelayaran jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Posko Angkutan Laut Nataru yang digelar di Pelabuhan Nusantara Kendari, Kamis (18/12/2025).

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Raman, M.M., mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan angkutan laut selama periode Nataru berjalan aman, tertib, dan lancar. Dalam apel tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Dalam arahannya, Ditjen Perhubungan Laut menekankan delapan fokus utama pelayanan angkutan laut, di antaranya keselamatan pelayaran, pengawasan ketat kapasitas kapal, koordinasi lintas sektor, hingga antisipasi cuaca ekstrem.

“Syahbandar diinstruksikan untuk tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan,” ujar Capt. Raman.

Selain itu, keterbukaan informasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian melalui pemanfaatan media sosial, serta pelaporan kondisi lapangan secara berkala dan akurat.

Terkait kesiapan armada, KSOP Kendari menyiapkan 23 kapal reguler dan satu armada pendukung, yakni Kapal Indomas, sehingga total kapal yang disiagakan berjumlah 24 unit.

“Kapal Indomas memiliki kapasitas 156 penumpang dan akan melayani rute Raha–Maligano–Kendari,” jelasnya.

KSOP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 2 Januari 2026. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di pelabuhan, KSOP juga meminta Pelindo menyiagakan personel pengamanan tambahan.

Capt. Raman turut mengingatkan seluruh perusahaan pelayaran agar disiplin dalam penjualan tiket dan tidak melampaui kapasitas kapal yang telah ditetapkan.

“Apabila ditemukan pelanggaran, kami tidak segan memberikan teguran keras hingga penundaan keberangkatan kapal. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” tegasnya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -