Rabu, Juni 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaJMSI Rayakan HUT ke-6, Tegaskan Peran Pers Jernih di Tengah Banjir Disrupsi...

JMSI Rayakan HUT ke-6, Tegaskan Peran Pers Jernih di Tengah Banjir Disrupsi Informasi

KENDARIKINI.COM, SERANG – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menandai enam tahun perjalanannya dengan menegaskan kembali komitmen menghadirkan jurnalisme yang faktual, konstruktif, dan mencerahkan publik di tengah derasnya arus disrupsi informasi.

JMSI yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memaknai usia ke-6 sebagai momentum refleksi peran pers profesional di tengah banjir informasi provokatif dan sensasional.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, mengatakan enam tahun perjalanan JMSI tidak dilalui dalam situasi yang mudah. Dunia pers, kata dia, berada di tengah era disrupsi yang kerap merusak ekosistem informasi.

Ia mengutip pandangan Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan disrupsi informasi seperti banjir besar.
“Kalau sudah banjir, semua porak-poranda, kacau balau. Sulit menemukan air bersih. Tapi manusia tetap akan mencari air bersih,” ujar Teguh dalam sambutannya pada Malam Anugerah JMSI Award, Minggu malam (8/2/2026), di Serang, Banten.

Menurut Teguh, kondisi tersebut justru menegaskan pentingnya peran pers profesional. Di tengah limpahan informasi yang memancing emosi, publik pada akhirnya akan mencari informasi yang jernih, faktual, dan memberi pencerahan.

“Masyarakat akan sampai pada titik jenuh dengan informasi yang hanya memancing emosi. Pada akhirnya mereka akan mencari informasi yang konstruktif dan produktif,” katanya.

Teguh menjelaskan, tema “Bikin Terang Indonesia” yang diusung JMSI bukan sekadar slogan. Tema tersebut diadopsi sejak Musyawarah Nasional (Munas) JMSI sebagai sikap organisasi menghadapi pesimisme di era disrupsi.

“Alih-alih larut dalam kekhawatiran, JMSI memilih mengambil peran sebagai bagian dari solusi kebangsaan. Di tengah banjir informasi, peran pers profesional justru makin relevan,” ujarnya.

Dalam rangka HUT ke-6, JMSI juga memberikan sejumlah anugerah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata di ruang publik. Proses kurasi dilakukan secara berlapis dengan melibatkan pengurus JMSI di daerah.

Pengurus daerah diminta mengusulkan tokoh-tokoh yang dinilai layak mendapatkan apresiasi, wartawan yang konsisten menghasilkan karya berkualitas, serta media siber paling profesional di masing-masing provinsi.

“Nama yang masuk sangat banyak, tapi harus melalui proses seleksi,” kata Teguh.

Dari proses tersebut, JMSI menetapkan sejumlah kategori anugerah, antara lain Golden Media, Golden Journalist, Golden Social Media, dan Golden Leader.

Kategori Golden Leader menjadi salah satu sorotan utama. Teguh menyebut anugerah ini diberikan kepada pemimpin yang tidak hanya menjabat, tetapi mampu mengeksekusi kebijakan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Bangsa ini membutuhkan pemimpin berkelas golden, pemimpin yang inspiratif dan bisa mengeksekusi,” tegasnya.

Anugerah Golden Leader tidak hanya diberikan kepada pejabat publik, tetapi juga tokoh di sektor swasta, perbankan, dan bidang lain yang dinilai memiliki kepemimpinan berdampak.

Menutup sambutannya, Teguh menegaskan seluruh rangkaian HUT ke-6 JMSI diarahkan untuk memastikan pers tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Bahkan kalau bisa lebih cepat, 2035 misalnya, kenapa tidak,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Enam tahun setelah dideklarasikan, JMSI menegaskan posisinya bukan sekadar organisasi media, melainkan bagian dari ekosistem kebangsaan yang berupaya menjaga kejernihan informasi di tengah derasnya arus disrupsi.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -