Senin, Juni 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaMerdeka Institute dan JMSI Teken MoU Penguatan SDM Media di Puncak HPN...

Merdeka Institute dan JMSI Teken MoU Penguatan SDM Media di Puncak HPN 2026

KENDARIKINI.COM, SERANG – PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) resmi menandatangani kerja sama dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) media di Indonesia.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut berlangsung di sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 JMSI yang dirangkaikan dengan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).

Kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama Merdeka Institute, Mulia Siregar, dan Ketua Harian JMSI, Ari Rahman. Kedua lembaga sepakat bersinergi dalam peningkatan kapasitas SDM media melalui pelatihan jurnalistik, workshop, seminar, focus group discussion (FGD), serta kegiatan media monitoring.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Menteri Koperasi RI Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, sejumlah kepala daerah, serta perwakilan berbagai institusi.

Direktur Utama Merdeka Institute, Mulia Siregar, mengatakan peningkatan kualitas SDM media menjadi kebutuhan mendesak di tengah disrupsi industri media akibat perkembangan teknologi digital dan media sosial.

“Awak media harus terus meningkatkan skill, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terdampak disrupsi media,” ujar Mulia Siregar.

Ia menegaskan, Merdeka Institute yang dihuni para jurnalis senior memiliki tanggung jawab moral dan posisi strategis untuk berkontribusi dalam penguatan kualitas insan pers nasional.

“Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM media di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menekankan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Ia mengutip pernyataan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang menggambarkan kondisi media saat ini seperti “banjir bandang”.

“Di saat banjir, semua air menjadi keruh. Namun masyarakat tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan menjadi ‘air bersih’ di tengah banjir informasi media sosial,” ujar Teguh.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti pentingnya melahirkan lebih banyak jurnalis intelektual, yakni jurnalis terdidik yang bekerja dengan kerangka berpikir kritis dan intelektual.

“Para pendiri bangsa kita banyak yang memiliki tradisi menulis dan jurnalis. Melalui tulisan, mereka memberi pencerahan kepada bangsanya. Karena itu, kita perlu memperbanyak jurnalis intelek agar ruang publik diisi pemikiran yang jernih dan positif,” kata Dahnil.

Sebagai informasi, Merdeka Institute merupakan lembaga pemikir dan riset yang didirikan para jurnalis alumni Harian Merdeka dan Rakyat Merdeka. Sementara JMSI adalah jaringan perusahaan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 dan saat ini memiliki sekitar 990 anggota di seluruh Indonesia.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -