KENDARIKINI.COM – Pembangunan jetty PT TIS di Desa Bangun Jaya menuai protes warga setempat.
Proyek tersebut dinilai menimbulkan polemik terkait dampak lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Aktivitas pembangunan berlangsung di Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan.
Sejumlah pihak mempertanyakan legalitas, tata ruang, serta transparansi pelaksanaan proyek.
Ketua ARPEKA Sultra, Zaldin menilai pembangunan jetty tidak layak karena dekat pemukiman warga.
Ia menyebut jarak proyek sekitar 25 meter dari rumah warga.
Selain itu, aktivitas tersebut dinilai mengganggu alat tangkap ikan tradisional milik nelayan.
Zaldin juga menyoroti tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait dampak lingkungan.
Warga mengaku mengalami kerugian akibat laut menjadi keruh dan aktivitas nelayan terganggu.
Salah satu warga menyebut kebisingan proyek berlangsung hingga malam hari.
“Kami tidak bisa tidur dan penghasilan menurun,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, pihak perusahaan disebut telah mengantongi perizinan terkait proyek tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terhadap proses perizinan yang diberikan kepada perusahaan.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan menindaklanjuti keluhan masyarakat.*










