KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis analisis menarik mengenai aktivitas manusia melalui pantauan citra satelit. Berdasarkan data cahaya malam (nighttime lights), Kota Kendari tercatat sebagai wilayah dengan pendar cahaya paling terang di Bumi Anoa.
Dalam unggahan video resmi BPS Sultra, analisis data yang dihimpun dari tahun 2014 hingga 2025 menunjukkan tren peningkatan aktivitas malam hari yang signifikan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Peningkatan ini menjadi indikator kuat tumbuhnya kawasan pemukiman, infrastruktur transportasi, serta geliat ekonomi masyarakat.
“Dari seluruh wilayah, Kota Kendari menjadi daerah dengan cahaya malam paling terang. Pendar cahayanya mencapai delapan kali lipat lebih terang dibandingkan rata-rata wilayah lainnya di Sultra,” tulis keterangan dalam laporan tersebut.
Menyusul di posisi kedua adalah Kota Baubau. Sebagai pusat aktivitas di wilayah kepulauan, Baubau menunjukkan konsentrasi cahaya yang padat, mencerminkan perannya sebagai hub ekonomi dan mobilisasi warga di selatan Sultra.
Data tingkat keterangan cahaya ini diukur dalam satuan nW/cm^2/sr. Berdasarkan visualisasi data tahun 2025, Kota Kendari memimpin jauh di angka 5,391, disusul Kota Baubau di angka 1,398, dan Kabupaten Kolaka di posisi ketiga dengan 0,523.
Analisis ini menggunakan sumber data satelit VIIRS DNB milik NASA yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap cahaya lampu di permukaan bumi. Melalui fenomena ini, terlihat jelas bagaimana derap pembangunan di Sulawesi Tenggara tetap hidup bahkan saat matahari telah terbenam.
Untuk rincian lebih lanjut mengenai perkembangan wilayah dan isu strategis lainnya, masyarakat dapat mengakses publikasi “Analisis Isu Terkini Provinsi Sulawesi Tenggara 2025” melalui laman resmi BPS Sultra di sultra.bps.go.id.*










