Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaGP Ansor Sultra Tolak Politisasi Agama

GP Ansor Sultra Tolak Politisasi Agama

Kendari – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra), Pendais Haq secara tegas mendukung penuh pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengenai imbauan tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai kepentingan politik.

Politisasi agama, menurut Pendais, harus ditinggalkan karena bisa membuat polarisasi di tengah masyarakat sehingga berujung rusaknya persatuan dan kesatuan berbangsa serta bernegara.

Harusnya, menurut Pendais, apa yang disampaikan oleh Gus Yaqut harus diapresiasi karena telah menyampaikan pendidikan politik kebangsaan dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa.

“Saya sebagai Ketua PW GP Ansor Sultra bersama seluruh kader dan pengurus tegak lurus mendukung penuh pernyataan Gus Menag Yaqut Cholil Qoumas jika perlu kita sosialisasi ke masyarakat. Politik menggunakan agama tinggalkan. Sekarang cari rekam jejak bagus yang memiliki nilai komitmen tinggi kebangsaan,” ungkap Dais sapaan akrab Pendais Haq, Senin 2 Oktober 2023.

GP Ansor Sultra, tambah Dais, tegak lurus dengan pandangan Gus Yaqut dalam konteks politik kebangsaan. Apa yang disampaikan oleh Gus Yaqut baik selaku Ketum Ansor maupun Menag, karena memiliki tugas sebagai pemimpin menjalankan fungsi pendidikan kebangsaan dan politik.

“Menag sedang memberikan pendidikan, jangan memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai instrumen kepentingan politik elektoral itu bagus. Itu memberikan pendidikan politik ke bangsa ini jangan juga terjebak beberapa tahun ke belakang terjadi polarisasi keras, gara-gara persoalan agama dijadikan politik untuk menyemai kepentingan elektoral,” ujar Dais.

Kemudian, sambung Dais, wacana Menag Gus Yaqut akan didisiplinkan oleh PKB dianggap sebagai respon yang reaktif dan baperan. Justru, kata Dais, apa yang disampaikan Menag sudah tepat karena telah memberikan isyarat bahwa politisasi agama punya potensi memecah belah.

“Saya kira terlihat reaktif dan baperan yang seolah-olah Gus Yaqut ngomong begitu memecah belah bangsa. Ini justru Ketum memberi sinyal isyarat jangan sampai terpecah-belah,” ucap dia.

“Saya melihat upaya ancaman mereka itu tidak memiliki relevansi, harusnya didukung memiliki kader yang memberikan pendidikan politik tegak lurus pada bangsa, dan politik tidak menggunakan agama. harusnya didukung bukan malah dicederai dengan ancaman,” tandas Dais.*

spot_img
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -