KENDARIKINI.COM – Polres Bombana menjelaskan alasan pencegahan pembakaran ban saat aksi mahasiswa di Bundaran Tugu Brimob, Kasipute.
Penjelasan disampaikan Kasi Humas Polres Bombana, IPTU Abdul Hakim, menanggapi video yang viral di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo mengambil alih mikrofon dari orator aksi.
Menurut Abdul Hakim, langkah itu dilakukan untuk mencegah pembakaran ban yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Petugas sebelumnya telah mengimbau peserta aksi agar tidak membakar ban dan mengecilkan volume pengeras suara.
Saat itu, suara tahrim menjelang adzan Dzuhur dari Masjid Raya Nurul Iman sudah terdengar.
“Pembakaran ban berpotensi mengganggu masyarakat, pengguna jalan, dan kekhusyukan ibadah,” kata Abdul Hakim.
Aksi tersebut digelar Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mataoleo Kendari Sulawesi Tenggara (IMPPERMOL).
Sekitar 15 peserta menyampaikan aspirasi terkait pembangunan jalan di Kecamatan Mataoleo hingga Poleang Timur.
Situasi sempat memanas ketika salah satu orator mengajak massa melakukan pembakaran ban.
Karena imbauan tidak diindahkan, Kapolres Bombana naik ke mobil komando dan menghentikan orasi.
Meski terjadi adu argumentasi, demonstrasi berlangsung tanpa bentrokan maupun tindakan anarkis.
Usai berunjuk rasa, massa bergerak ke Kantor Bupati dan DPRD Bombana untuk menyampaikan tuntutan.
Aksi berakhir sekitar pukul 15.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Polres Bombana menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan setiap aksi masyarakat.*










