Kamis, Juni 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPLN Electrifying Agriculture Pangkas Biaya Petani Bawang Enrekang 60 Persen

PLN Electrifying Agriculture Pangkas Biaya Petani Bawang Enrekang 60 Persen

KENDARIKINI.COM – Program Electrifying Agriculture (EA) PLN membantu petani bawang di Kabupaten Enrekang meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional.

Program tersebut menjadi dukungan PLN terhadap penguatan ketahanan pangan dan modernisasi sektor pertanian nasional.

Petani bawang Enrekang, Muhajir, mengaku sebelumnya mengandalkan pompa berbahan bakar diesel untuk penyiraman kebun.

Ketergantungan pada BBM membuat biaya operasional pertanian menjadi tinggi dan tidak efisien.

Dalam satu musim tanam, Muhajir menghabiskan sekitar Rp35 juta untuk kebutuhan penyiraman tujuh kebun bawang.

Setelah menggunakan listrik PLN berdaya 92.400 VA, biaya penyiraman turun menjadi sekitar Rp14 juta.

Penghematan tersebut mencapai 60 persen dibandingkan penggunaan pompa berbahan bakar diesel.

Selain lebih hemat, pompa listrik dinilai lebih stabil untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Muhajir juga memanfaatkan lampu penerangan penangkal hama untuk menjaga kualitas tanaman bawangnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan Tanete, Irawaty Zainuddin, menyebut program EA membantu petani menerapkan teknologi modern.

Menurutnya, penggunaan listrik membuat budidaya lebih efisien serta menekan biaya produksi pertanian.

Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, menilai listrik menjadi faktor penting dalam modernisasi pertanian daerah.

Ia berharap sinergi antara PLN dan masyarakat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu, juga mengapresiasi program tersebut karena memberikan manfaat nyata bagi petani.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan EA mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Hingga Mei 2026, pelanggan Electrifying Agriculture di Sulsel, Sultra, dan Sulbar mencapai 4.280 pelanggan.

Total daya terpasang program tersebut tercatat sebesar 206.312 kVA di berbagai sektor agrikultur produktif.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -