Sabtu, Oktober 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaOJK Sultra Dorong Pembiayaan Rp1,4 Miliar untuk Petani Kakao Kolaka Utara

OJK Sultra Dorong Pembiayaan Rp1,4 Miliar untuk Petani Kakao Kolaka Utara

KENDARIKINI.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara memperkuat akses pembiayaan petani kakao di Kabupaten Kolaka Utara.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Unggulan Kakao.

Program itu ditandai edukasi keuangan dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama pemerintah daerah serta industri jasa keuangan.

Edukasi keuangan berlangsung 29 September 2026 dan diikuti 53 petani kakao.

Sementara penandatanganan MoU digelar 30 September 2026 di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar dan Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha.

Kolaka Utara memiliki areal perkebunan kakao seluas 78.969 hektare dengan produksi 62.260 ton per tahun.

Produksi tersebut menyumbang sekitar 61 persen produksi kakao Sulawesi Tenggara.

Sektor kakao juga melibatkan sekitar 28.784 keluarga petani di Kolaka Utara.

Program ini diarahkan untuk mengatasi keterbatasan pembiayaan, risiko gagal panen, serta ketergantungan terhadap pinjaman tidak resmi.

Sebanyak 12 pihak menandatangani MoU untuk memperkuat ekosistem kakao dari hulu hingga hilir.

Dalam program tersebut, Bank Sultra menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,25 miliar.

PNM menyalurkan pembiayaan Mekaar sebesar Rp22 juta kepada penerima manfaat.

BPR Bahteramas Kolaka Utara juga merealisasikan kredit produktif senilai Rp130 juta.

Selain pembiayaan, petani mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan asuransi jiwa.

Sebanyak 50 ketua kelompok tani memperoleh polis asuransi jiwa gratis selama satu tahun.

Petani juga menerima bantuan sarana produksi berupa sprayer elektronik dan jaring jemur.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan petani mendapat pendampingan teknis, pembiayaan, perlindungan, dan kepastian pasar.

PT Comextra Majora berperan sebagai offtaker yang menjamin penyerapan hasil panen petani.

Bismi meminta pembiayaan produktif digunakan sesuai peruntukannya untuk kebutuhan sarana produksi pertanian.

Sementara Bupati Kolaka Utara menyambut program tersebut sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi petani kakao.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -