KENDARIKINI.COM – Beberapa hari terakhir beredar pesan penipuan yang dengan modus bantuan sosial dan keagaaman.
Penipuan dengan memanfaatkan pesan akun media sosial itu mengatasnakaman Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sultra, yang juga Ketua DPD PDIP Sultra Dr H Lukman Abunawas, SH.,M.Si.,MH.
Dalam melakukan aksinya, oknum penipu menggunakan akun media sosial facebook dengan memakai nama dan foto Lukman Abunawas.
Salahsatu bentuk penipuan tersebut adalah oknum penipu mencoba mencari mangsanya melalui pesan mesengger dengan melakukan percakapan terkait bantuan pembangunan masjid.
Setelah pelaku meminta nama dan nomor rekening masjid yang akan dibantu, pelaku kemudian mengirimkan bukti transfer bantuan kepada pengurus masjid. Selang beberapa menit kemudiann pelaku menghubungi kembali pengurus masjid tersebut dan meminta mengirim kembali uang yang sudah ditransfer itu ke nomor rekening pelaku dengan alibi bahwa bantuan itu salah kirim.
Salahsatu korbannya adalah ibu Thina, pengurus Masjid Qubah Desa Wawolesea Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara.
“Beruntung kami cek kembali isi saldo rekening, lalu kami konfirmasi ke pihak pak Lukman Abunawas dan kami dijelaskan bahwa akun yang menghubungi kami di mesengger itu bukan milik pribadi Lukman Abunawas,” kata Thina.
Menanggapi Hal Tersebut, Ketua Tim Hukum LA Center Sultra, Khalid Usman, SH menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya hukum untuk menindak sekaligus menelusuri akun media sosial yang sudah memanfaatkan nama Lukman Abunawas.
Ia juga menghimbau masyarakat agar jangan cepat merespon interaksi media sosial yang mengatasnamakan Lukman Abunawas, apalagi itu menyangkut transaksi keuangan.
“Akhir-akhir ini kami mendapat banyak pertanyaan dan keluhan terkait akun media sosial yang mengatasnamakan Lukman Abunawas. Jadi kami menghimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati apalagi kalau itu menyangkut transaksi keuangan dengan modus bantuan sosial dan keagamaan,” terangnya, kemarin (28/4), di Kendari.
Sekedar diketahui, Lukman Abunawas memang kerap menyumbangkan bantuan berupa dana maupun barang ke beberapa masjid maupun pesantren di wilayah Sultra. Ia juga sering melakukan bhakti sosial di beberapa daerah sebagai wujud keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta wujud kepedulian sosial. Hal itu bisa jadi dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan, sehingga masyarakat diminta waspada.*










