Jumat, Juni 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaInflasi di Sultra Capai 2,93 Persen, Tertinggi di Kota Bau-bau

Inflasi di Sultra Capai 2,93 Persen, Tertinggi di Kota Bau-bau

KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi, NTP, Ekspor-Impor, TPK, dan Transportasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis 2 Mei 2024.

“April 2024 inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 2,93 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 3,21 persen,” katanya melalui keterangan resminya yang dikutip dari laman resmi BPS Sultra.

Ia menambahkan pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 2,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,78. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 3,21 persen dengan IHK sebesar 106,21 dan terendah terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 2,45 persen dengan IHK sebesar 106,77.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,66 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,57 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,45 persen; kelompok transportasi sebesar 2,73 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,46 persen; kelompok pendidikan sebesar 3,40 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,31 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen,” bebernya.

Lanjutnya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,09 dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,77 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tidak mengalami perubahan/relatif stabil.

“Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami Inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,47 persen dan Inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,26 persen,” pungkasnya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -