Kamis, Juli 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dua Remaja Perempuan di Kendari Pingsan Usai Baku Hantam karena Cinta Segitiga

KENDARIKINI.COM – Dua remaja perempuan masing-masing berinisial LT (18) dan CP (18) terlibat perkelahian hebat di Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Sabtu 1 November 2025 sekitar pukul 01.10 Wita dini hari. Perkelahian itu dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang pria berinisial P (18).

Pertikaian bermula ketika P, yang diketahui menjalin hubungan dengan CP, ternyata merupakan mantan kekasih dari TF (18), teman dekat LT. Cemburu dan tersulut emosi, TF kemudian mendatangi kos CP dan menganiayanya.

Menurut Dantim Patroli Perintis Dit Samapta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Bripka Boy Sagita, pihaknya menerima laporan dari warga dan segera menuju lokasi kejadian. Saat tiba di tempat perkelahian kedua, kedua remaja itu ditemukan tak sadarkan diri di jalan.

“Pingsan tergeletak di tanah, habis baku pukul mereka (LT dan CP),” ujar Bripka Boy, Sabtu 1 November 2025 malam.

Bripka Boy menjelaskan, perkelahian di jalan tersebut merupakan lanjutan dari insiden sebelumnya di kamar kos CP.

Dalam perkelahian pertama, salah satu teman TF sempat merekam kejadian dan mengunggahnya ke status WhatsApp. Video itu membuat CP merasa malu dan tersinggung.

Tak terima videonya tersebar, CP kemudian menantang TF untuk bertemu kembali. Namun, yang datang ke lokasi justru LT, teman dekat TF. Pertemuan itu berakhir ricuh hingga keduanya saling pukul dan sama-sama pingsan.

Warga yang menyaksikan kejadian itu segera melapor ke polisi. Tim Patroli Perintis kemudian mengamankan kedua remaja tersebut dan membawa mereka ke Polsek Poasia untuk pemeriksaan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Poasia, Iptu Dahlan, menyebutkan bahwa kedua pihak telah sepakat berdamai setelah dilakukan mediasi di kantor polisi.

“Tidak ada yang buat laporan, mereka sepakat buat pernyataan damai karena mereka berteman juga,” kata Iptu Dahlan.

Kedua remaja itu kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah menandatangani surat pernyataan damai. Polisi mengimbau agar para remaja tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan masalah secara baik tanpa kekerasan.(Amin)*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -