Minggu, November 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaWali Kota Kendari Jajal Medan Ekstrem KORXA 2026 Selama Tujuh Jam

Wali Kota Kendari Jajal Medan Ekstrem KORXA 2026 Selama Tujuh Jam

KENDARIKINI.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjajal medan ekstrem dalam ajang Kendari Offroad Extreme Adventure Challenge (KORXA) 2026, Sabtu (31/10/2026).

Mengendarai mobil offroad jenis Cherokee, Siska mengikuti kategori Overland dengan menempuh perjalanan sekitar tujuh jam melintasi tiga wilayah, yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan.

Perjalanan dimulai dari halaman Balai Kota Kendari sekitar pukul 09.30 WITA. Peserta melewati sejumlah jalur menantang, mulai dari jalan berdebu, kawasan perkebunan hingga lintasan sungai berbatu.

Di tengah perjalanan, Siska menyempatkan diri singgah di Kelurahan Lalodati untuk menyerahkan bantuan paket sembako kepada puluhan warga.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan melalui Watulondo, Tabanggele, Puuwatu, Abeli Dalam hingga Puuloro sebelum memasuki wilayah Konawe Selatan.

Tantangan semakin berat saat peserta menghadapi jalur dengan debu tebal dan medan berbatu. Kendaraan Cherokee yang ditumpangi Wali Kota bahkan sempat mengalami kendala teknis akibat suhu mesin meningkat.

Setelah beristirahat, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Kecamatan Ranomeeto dan Konda. Rombongan melewati kawasan perkebunan masyarakat serta sejumlah lintasan sungai berbatu.

Sekitar pukul 16.30 WITA, rombongan tiba di kawasan Amohalo yang menjadi titik istirahat setelah menyelesaikan perjalanan Overland.

Siska mengatakan, keikutsertaannya dalam KORXA 2026 bukan sekadar mengikuti olahraga petualangan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan melihat langsung kondisi wilayah dan potensi daerah.

“Melalui kegiatan ini, saya bisa melihat langsung kondisi wilayah, termasuk pelosok Kota Kendari yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan,” ujarnya.

Ia berharap KORXA dapat terus dikembangkan sebagai wadah komunitas otomotif sekaligus sarana promosi potensi wisata dan kegiatan sosial masyarakat.

Menurutnya, bentang alam, kawasan perkebunan hingga jalur sungai yang dilalui peserta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata petualangan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -