Senin, Juli 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Direktur MIND ID Apresiasi Progres Proyek HPAL PT Vale di Pomalaa

KENDARIKINI.COM, KOLAKA – Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, mengapresiasi pengelolaan proyek hilirisasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Progres pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dinilai menunjukkan kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat.

Apresiasi tersebut disampaikan Tedy saat melakukan kunjungan langsung ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), dengan meninjau Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik HPAL PT Vale pada Jumat, 2 Januari 2026.

Dalam kunjungannya, Tedy melihat sejumlah fasilitas utama dan infrastruktur pendukung telah terpasang, mulai dari struktur awal proses, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan kesiapan teknis proyek untuk memasuki tahapan pengembangan selanjutnya.

“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.

Ia menyebut, proyek HPAL PT Vale di Pomalaa memiliki nilai strategis bagi Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, terutama limonite. Dari sisi peralatan dan mitra yang dilibatkan, persiapannya terlihat sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahya.

Selain progres fisik, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Menurutnya, pendekatan kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas proyek mencerminkan tata kelola perusahaan yang kuat.

“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” pungkas Tedy.

Proyek hilirisasi IGP Pomalaa merupakan investasi jangka panjang yang ditujukan untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat rantai pasok industri nikel nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat regional dan nasional. Proyek ini juga diklaim dijalankan dengan mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PT Vale menyatakan akan terus menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan proyek, kepatuhan administratif, serta manajemen risiko guna mendukung pengembangan industri nikel nasional yang berkelanjutan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -