Senin, Juli 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur Sultra Ajak Masyarakat Sambut 2026 dengan Semangat Persatuan

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sultra pada Rabu malam, 31 Desember 2025.

Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan, refleksi akhir tahun 2025 sekaligus harapan untuk tahun mendatang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana evaluasi, introspeksi, dan penguatan rasa syukur.

Lanjutnya, sepanjang tahun 2025, Sultra telah melalui berbagai dinamika pembangunan, termasuk tantangan ekonomi global yang turut berdampak ke daerah.

“Keberhasilan yang telah diraih patut kita syukuri bersama. Sementara kekurangan, ujian, dan kesalahan harus menjadi pelajaran agar ke depan kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembangunan,” ujar Andi Sumangerukka melalui siaran resminya, Jumat, 2 Januari 2026.

Memasuki tahun 2026, Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Sultra untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih serta berorientasi pada pelayanan publik. Selain itu, ia menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, peningkatan kualitas pendidikan yang membentuk karakter, serta layanan kesehatan yang menjangkau seluruh wilayah hingga pelosok.

Ia juga berharap persatuan dan kebersamaan masyarakat Sulawesi Tenggara semakin kokoh sebagai modal utama dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil dan berkelanjutan.

“Mari kita sambut tahun 2026 dengan semangat baru, optimisme, serta sinergi dan komitmen yang kuat untuk mewujudkan Sultra yang aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.

Zikir dan doa bersama ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan seperti MUI, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah tingkat Provinsi Sultra, serta para tokoh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Sultra menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebersamaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -