KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 1 April 2024.
“Pada Maret 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 2,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,28. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Konawe sebesar 4,30 persen dengan IHK sebesar 108,60 dan terendah terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 2,34 persen dengan IHK sebesar 106,14,” jelasnya melalui keterangan resminya yang diterima media ini.
Lanjutnya Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.
“Yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,12 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,46 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen; kelompok transportasi sebesar 1,86 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,07 persen; kelompok pendidikan sebesar 3,38 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,06 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,59 persen.
Sambungnya sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,90 persen.
“Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami Inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,62 persen dan Inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,79 persen,” pungkasnya.*










