KENDARIKINI.COM – Ketua DPW PPNI Sultra, Heryanto, menanggapi viralnya pelayanan Puskesmas Rarowatu yang menuai sorotan publik.
Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.
Heryanto menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait puskesmas yang belum beroperasi selama 24 jam.
Menurutnya, tidak semua puskesmas memiliki layanan penuh waktu sehingga informasi harus disampaikan secara terbuka.
Ia menyarankan pemasangan papan informasi atau neon box berisi jam operasional dan jenis layanan.
Langkah itu dinilai efektif mencegah kesalahpahaman masyarakat saat membutuhkan layanan kesehatan.
Heryanto juga mengingatkan agar kritik publik dijadikan dorongan perbaikan, khususnya bagi Dinas Kesehatan.
Ia mengungkapkan keterbatasan SDM menjadi kendala utama pelayanan di Puskesmas Rarowatu.
Jumlah perawat yang belum mencukupi membuat layanan belum bisa berjalan optimal, terutama untuk sistem 24 jam.
Ia mendorong minimal layanan IGD dapat beroperasi 24 jam untuk menangani kondisi darurat.
Selain itu, tenaga kesehatan dengan kompetensi kegawatdaruratan dinilai sangat dibutuhkan.
Heryanto menegaskan masyarakat tidak bisa disalahkan atas kurangnya informasi pelayanan.
Sebagai solusi, warga dengan kondisi darurat di luar jam layanan diarahkan ke rumah sakit terdekat.
Sebelumnya, Puskesmas Rarowatu viral setelah video keluhan warga beredar di media sosial.
Unggahan menunjukkan pasien kecelakaan belum mendapat penanganan meski berada di lokasi sejak subuh.
Warga juga mengeluhkan tidak adanya petugas jaga hingga pagi hari di fasilitas tersebut.
Kondisi itu memicu reaksi warganet yang menilai pelayanan kesehatan harus tetap siaga darurat.*










