Jumat, Juli 3, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

FABEM Soroti Ancaman Blackout Jawa-Bali, Desak Evaluasi Direksi PLN

KENDARIKINI.COM – DPP FABEM-SM menyoroti potensi blackout sistem kelistrikan Jawa-Bali akibat masalah pasokan batu bara dan gangguan pembangkit listrik.

Wakil Ketua Umum DPP FABEM-SM, Tody Ardiansyah Prabu, menilai persoalan tersebut mengancam stabilitas energi dan perekonomian nasional.

Menurutnya, sekitar 20 juta ton kebutuhan batu bara PLN belum memiliki kontrak pasokan hingga kini.

Kondisi itu dinilai berisiko mengganggu operasional PLTU yang masih menjadi pemasok utama listrik nasional.

Data Kementerian ESDM menunjukkan lebih dari 60 persen listrik Indonesia masih bergantung pada pembangkit berbahan bakar batu bara.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton setiap tahun.

Namun, kontrak pasokan yang tersedia baru sekitar 134 juta ton sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton.

Bahlil menjelaskan Indonesia tidak kekurangan cadangan batu bara, tetapi mengalami keterbatasan batu bara kalori menengah untuk PLTU.

FABEM juga menyoroti gangguan dua PLTU swasta yang keluar dari sistem transmisi Jawa dan memicu pembatasan listrik bergilir.

Pembatasan dilakukan PLN di sejumlah wilayah Jawa untuk mencegah pemadaman total atau blackout sistem.

FABEM menilai persoalan tersebut mencerminkan lemahnya perencanaan, kontrak jangka panjang, dan koordinasi sektor energi nasional.

Organisasi itu mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi direksi PLN serta memperkuat tata kelola berbasis kompetensi.

FABEM juga meminta pemerintah meninjau kembali RUPTL 2025-2034 guna memperkuat ketahanan energi nasional dan mencegah krisis serupa.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -