KENDARIKINI.COM – Mahasiswa Pascasarjana Universitas Halu Oleo, Rasmin Jaya, menerbitkan buku berjudul Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi.
Rasmin merupakan pemuda asal Desa Maperaha, Muna Barat, yang aktif di dunia akademik dan gerakan mahasiswa.
Buku ini lahir dari proses panjang, melalui pembacaan fenomena sosial, diskusi, serta pengalaman advokasi kebijakan publik.
Ia menilai literasi sebagai “nutrisi otak” yang penting menjaga ketajaman berpikir dan memahami dinamika zaman.
Sebagai aktivis GMNI Kendari, Rasmin dikenal aktif mengawal isu sosial, mahasiswa, dan kebijakan pemerintah daerah.
Di tengah kesibukan organisasi dan studi, ia tetap konsisten menulis dan membangun wacana publik melalui berbagai media.
Menurutnya, menulis adalah cara sunyi untuk menyampaikan gagasan sekaligus memberi kontribusi bagi masyarakat luas.
Buku tersebut membahas isu politik, pendidikan, demokrasi, dan sosial dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Ia juga menyoroti tantangan era disrupsi, termasuk hoaks, bullying, dan polarisasi akibat perkembangan teknologi.
Namun, teknologi juga dinilai membuka peluang memperkuat budaya literasi dan percakapan publik yang berkualitas.
Rasmin menegaskan pentingnya mahasiswa menjaga budaya membaca dan menulis sebagai pilar kemajuan peradaban.
Buku ini diharapkan menjadi referensi pemikiran bagi generasi muda dan pemangku kebijakan dalam pembangunan daerah.
Rasmin adalah alumni Sosiologi FISIP UHO dan pernah memimpin sejumlah organisasi mahasiswa di Kendari.
Ia berharap karya tersebut mampu memantik kesadaran kritis dan semangat perubahan di kalangan generasi muda.*










