Berita

Pemkot Kendari Anggarkan Rp1 Miliar Keruk Sedimentasi Saluran Air Eks MTQ Kendari, Mahasiswa: Tak Beri Dampak Signifikan

KENDARIKINI.COM – Pengerukan sedimentasi saluran air di Kawasan eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini nampak belum berdampak efektif, Jum’at, 5 Desember 2025.

Hal itu terlihat saat air hujan yang mengguyur wilayah kota Kendari cuma beberapa jam, namun di kawasan eks MTQ Kendari masih terdapat genangan air.

Melalui video berdurasi 00.59 detik yang diterima Jurnalis Kendarikini.com nampak terlihat air menggenangi beberapa titik jalan yang disebabkan luapan saluran air yang berada di kawasan eks MTQ Kendari.

Padahal sebelumnya telah dianggarkan Rp1 miliar untuk melakukan pengerukan sedimentasi saluran air yang berada di kawasan eks MTQ Kendari.

Anggaran tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Erlis Satya Kencana, kepada TribunnewsSultra.com pada hari Rabu, 5 Februari 2025.

Anggaran yang diajukan Dinas PUPR Kota Kendari adalah sekira Rp1 miliar meliputi biaya alat, BBM, hingga tenaga kerja.

“Kami akan melakukan normalisasi terhadap drainase di Kawasan Eks MTQ, sudah kita anggarkan,” katanya.

Namun jumlah anggaran tersebut nampak belum berdampak efektif karena faktanya masih tetap banjir di kawasan eks MTQ Kendari dari luapan saluran air.

Sementara itu aktivis Mahasiswa UM Kendari, Rahman menilai proyek pengerukan sedimentasi saluran air di kawasan eks MTQ Kendari yang menelan Rp 1 miliar hanyalah pekerjaan tambal sulam tanpa kajian matang.

Ia menegaskan banjir yang masih terjadi membuktikan pemerintah kota Kendari gagal memahami akar persoalan.

Buruknya desain drainase, penyempitan alur pembuangan, dan tata ruang yang tidak teratur.

“Stop proyek seremonial warga butuh solusi permanen bukan program yang hanya mengabiskan anggaran,” tegas Rahman, saat dikonfirmasi media ini melalui via pesan dan telepon WhatsApp pada hari Jum’at, 5 Desember 2025.

Rahman, juga mendesak pemerintah kota Kendari membuka secara transparan detail penggunaan anggaran, metode pengerjaan, serta melakukan evaluasi teknis menyeluruh terhadap pengerukan sedimentasi saluran air di Kawasan eks MTQ Kendari.

“Saya juga menyoroti potensi pemborosan anggaran karena hasil pekerjaan tidak memberi dampak signifikan,” pungkasnya.(Faldi)*

Back to top button