KENDARIKINI.COM – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 75,19 pada 2026. Angka tersebut tumbuh 1,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tertinggi secara nasional.
Meski mencatat pertumbuhan tertinggi di antara 38 provinsi, IPM Sultra masih berada di peringkat ke-23 nasional. Posisinya juga belum melampaui rata-rata nasional.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengatakan peningkatan IPM terutama didorong kenaikan rata-rata lama sekolah.
Menurutnya, berbagai upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan mulai memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembangunan manusia.
“Yang terutama didominasi oleh peningkatan rata-rata lama sekolah. Artinya, upaya-upaya yang kita lakukan dengan mendorong peningkatan di sektor pendidikan menjadikan rata-rata lama sekolah kita tercatat meningkat,” ujar Hadi, Kamis (5/11/2026).
Ia berharap pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan agar Sultra mampu mengejar rata-rata IPM nasional.
Berdasarkan data BPS, umur harapan hidup masyarakat Sultra mencapai 72,23 tahun. Sementara harapan lama sekolah tercatat 13,76 tahun dan rata-rata lama sekolah 9,91 tahun.
Adapun pengeluaran riil per kapita mencapai Rp11,43 juta per tahun.
Meski mengalami peningkatan, pembangunan manusia di Sultra masih menghadapi persoalan kesenjangan antardaerah, terutama dalam akses dan kualitas pendidikan.
Hadi menilai wilayah perkotaan seperti Kendari memiliki keunggulan karena didukung fasilitas pendidikan dan akses layanan yang relatif lebih memadai dibandingkan sejumlah kabupaten.
“Sekolah di Kota Kendari dengan sekolah di kabupaten tentu saja berbeda. Akibatnya, itu mengakibatkan capaian yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ia mencontohkan Kabupaten Buton Tengah yang sebelumnya berada pada posisi terbawah capaian IPM. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian pemerintah daerah dan mulai menunjukkan perbaikan.
Secara keseluruhan, seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra mengalami peningkatan IPM pada 2026. Sebanyak 13 daerah mencatat pertumbuhan di atas rata-rata provinsi.
Kabupaten Bombana, Konawe Kepulauan, dan Muna Barat juga berhasil naik ke kategori pembangunan manusia tinggi.
Sementara itu, Buton Tengah mencatat pertumbuhan IPM tertinggi di tingkat kabupaten sebesar 1,45 persen.
Capaian tersebut menjadi modal positif bagi pembangunan Sultra. Namun, pemerataan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi pekerjaan penting agar peningkatan kualitas manusia dirasakan seluruh wilayah.*














