KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk memperkuat sistem pengelolaan air di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara, untuk mengantisipasi dampak musim penghujan.
Penguatan infrastruktur dilakukan guna mengendalikan limpasan air hujan, menekan erosi, dan mencegah sedimentasi keluar dari area operasional.
Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan perusahaan telah membangun 16 kolam pengendap atau sediment pond.
Selain itu, tiga kolam lainnya masih dalam tahap konstruksi.
“Kami terus menyempurnakan sistem pengelolaan air dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, potensi cuaca ekstrem, serta hasil evaluasi berkala,” kata Rifai dalam siaran pers, Jumat (6/11/2026).
Kolam pengendap tersebut berfungsi menampung limpasan air agar material sedimen mengendap sebelum air dialirkan secara terkendali.
Vale juga mendistribusikan jaringan listrik berkapasitas 5 megawatt (MW) untuk mendukung operasional fasilitas pengelolaan air.
Selain infrastruktur, perusahaan melakukan pemantauan kualitas air secara berkala di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko dan Sungai Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa.
Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi peningkatan sedimentasi dan mencegah dampaknya terhadap ekosistem sungai serta lahan pertanian masyarakat.
Menghadapi cuaca ekstrem, Vale menyiagakan tim Fire and Emergency Services (FES) untuk memantau kondisi lapangan dan membantu penanganan darurat.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki drainase, tanggul, dan jalan lingkungan.
Di sisi lain, Vale mengoperasikan fasilitas persemaian modern atau nursery di Kecamatan Tanggetada yang telah rampung 100 persen.
Fasilitas tersebut mampu memproduksi hingga satu juta bibit per tahun untuk mendukung penghijauan dan reklamasi.
Upaya ini diharapkan memperkuat tutupan lahan, mengurangi erosi, serta meningkatkan daya serap air sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan.*














