KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia memperkuat budaya kerja inklusif melalui penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) di lingkungan perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan target peningkatan proporsi karyawan perempuan hingga 18 persen pada tahun 2030.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang adil, beragam, dan berkelanjutan di industri pertambangan.
PT Vale menegaskan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkembang tanpa memandang gender, etnis, agama, maupun latar belakang.
Perusahaan juga memastikan seluruh karyawan merasa dihargai, dihormati, serta diberdayakan dalam lingkungan kerja yang inklusif.
Komitmen tersebut dituangkan dalam sejumlah kebijakan perusahaan terkait keberagaman, keberlanjutan, sumber daya manusia, serta kode etik perusahaan.
PT Vale juga memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang disusun bersama serikat pekerja dan pemerintah daerah.
PKB tersebut bertujuan melindungi hak pekerja, mencegah diskriminasi, serta menjamin kebebasan berserikat.
Perusahaan secara berkala memantau komposisi tenaga kerja berdasarkan gender, disabilitas, dan keterwakilan tenaga kerja lokal.
Hingga akhir 2024, tercatat 11,6 persen karyawan PT Vale merupakan perempuan.
Sementara 10,7 persen posisi manajerial ditempati perempuan dan 2 persen karyawan merupakan penyandang disabilitas.
Sebanyak 83 persen karyawan berasal dari daerah operasi perusahaan.
Adapun 45,33 persen posisi manajerial diisi tenaga kerja lokal.
Hingga Juni 2025, jumlah karyawan PT Vale tercatat mencapai 3.040 orang.
Komitmen kesetaraan gender tersebut juga diakui melalui Katadata ESG Index 2025.
PT Vale meraih skor 88,33, tertinggi di sektor pertambangan untuk aspek sosial dan tata kelola.
Implementasi DEI melibatkan Direksi dan Dewan Komisaris dalam kebijakan dan strategi bisnis perusahaan.
Saat ini keterwakilan perempuan dalam jajaran direksi dan komisaris mencapai 23,5 persen.
Direktorat Human Capital juga berperan mengembangkan strategi DEI melalui berbagai program pengembangan karyawan.
Program tersebut meliputi Vale Women Network, pelatihan unconscious bias, rekrutmen inklusif, serta kampanye keberagaman.
Perusahaan juga menjalankan pelatihan etika kerja, anti-korupsi, dan sistem pelaporan Vale Whistleblower Channel yang aman dan anonim.
PT Vale menegaskan keberagaman dan inklusi menjadi bagian penting dari strategi bisnis dan tata kelola perusahaan berkelanjutan.*










