KOLAKA, KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk menggelar panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kolaka.
Kegiatan tersebut merupakan bagian program penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program ini merupakan kelanjutan penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025.
Penanaman dilakukan di tiga desa binaan PT Vale, yaitu Desa Puubunga, Pubenua, dan Lemedai.
Panen bersama dihadiri Sekretaris Daerah Kolaka, Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan program ini bagian pendekatan keberlanjutan perusahaan.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya fokus pada pertambangan tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
“Program demplot ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Program tersebut juga melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, dan lembaga riset pertanian.
Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are.
Lahan tersebut terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional.
Berbagai varietas padi diuji, di antaranya PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.
Teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu juga diterapkan untuk mendukung panen berulang tanpa penanaman ulang.
Pendekatan tersebut memungkinkan petani melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam.
Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, mengatakan program ini mendukung penguatan ekonomi lokal.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi pertanian kepada petani.
Sekda Kolaka, Akbar, mengapresiasi kontribusi PT Vale dalam mendukung program ketahanan pangan daerah.
Hasil panen menunjukkan perkembangan positif dibandingkan pola budidaya sebelumnya.
Varietas Trisakti pada lahan organik menghasilkan sekitar 6,9 ton panen.
Sementara lahan konvensional menghasilkan sekitar 15 ton dari berbagai varietas padi yang diuji.*










