Rabu, Juni 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaDjavino Residence Baruga Kerap Kebanjiran, Warga Desak DPRD Kendari Evaluasi Tata Ruang

Djavino Residence Baruga Kerap Kebanjiran, Warga Desak DPRD Kendari Evaluasi Tata Ruang

KENDARIKINI.COM – Warga Perumahan Djavino Residence di Jalan Ade Irma Nasution, Hombis, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, mengeluhkan banjir yang kerap melanda kawasan tempat tinggal mereka setiap musim hujan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan penghuni perumahan.

Pantauan Kendarikini.com di Blok 7 Djavino Residence menunjukkan kondisi badan jalan yang lebih tinggi dibandingkan saluran drainase dan permukiman warga. Drainase di kawasan tersebut diperkirakan hanya memiliki kedalaman sekitar 30 sentimeter dan lebar sekitar 40 sentimeter. Ukuran tersebut diduga tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga menyebabkan genangan bahkan banjir saat hujan deras.

Salah seorang warga berinisial S mengatakan bahwa keluhan terkait banjir telah disampaikan kepada pihak pengelola perumahan sejak Maret 2025. Namun hingga kini, penanganan yang dilakukan dinilai belum menyentuh akar permasalahan.

“Sejak Maret 2025 kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ke pihak perumahan, tapi responsnya lambat dan tidak ada solusi permanen. Kalau banjir, kami hanya diminta menguras air,” ujar S saat ditemui, Minggu 11 Januari 2026.

Ia juga mengaku sempat mendapat tekanan setelah menyampaikan keluhan tersebut ke publik. Menurutnya, pihak perumahan sempat menyinggung persoalan pencemaran nama baik.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya berinisial M. Ia menyebut Blok 7 Djavino Residence telah menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun.

“Setiap hujan pasti banjir. Saya menyesal mengambil rumah di sini. Promosinya aman dan nyaman, tapi kenyataannya berbeda,” katanya.

Sementara itu, warga berinisial K menyoroti kualitas bangunan dan pelayanan pengembang. Ia mengaku rumah yang baru dihuni sudah mengalami keretakan, namun saat dikeluhkan justru diminta melakukan perbaikan secara mandiri dengan biaya sendiri.

“Rumah baru ditinggali sudah retak. Saat kami komplain, malah disuruh memperbaiki sendiri dan harus membayar,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, warga terdampak mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari untuk turun tangan. Mereka meminta pembangunan unit rumah di Djavino Residence dihentikan sementara serta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap dokumen perencanaan dan tata ruang perumahan.

“Kami berharap DPRD Kendari bisa menghentikan sementara pembangunan dan mengevaluasi ulang tata ruang perumahan ini,” tegas S.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab, menyatakan pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan penyebab banjir yang dikeluhkan warga.

“Kami akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi dan penyebab banjirnya,” ujar Rajab saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com pada Minggu (11/1).

Selain itu, warga menyebut tengah mempertimbangkan langkah lanjutan dengan menyampaikan komplain kepada Bank Tabungan Negara (BTN) Kendari, termasuk kemungkinan menunda pembayaran angsuran rumah, menyusul seringnya banjir dan minimnya respons dari pengembang.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Sekretaris Bank BTN Kendari, Muh. Farhan, belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi melalui pesan dan sambungan telepon WhatsApp.

Sebagai informasi, Djavino Residence merupakan salah satu perumahan subsidi di Kota Kendari yang pada 2024 lalu menerima penghargaan Valuable Subsidized Developers 2023 dari Bank Tabungan Negara (BTN).*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -