KENDARIKINI.COM – Warga terdampak banjir di Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, mulai terserang penyakit pascabanjir.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan langsung menyiagakan tim medis di lokasi terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Andi Edy Surachmat, menyebut sedikitnya 32 warga mengalami gatal-gatal dan batuk.
“Tim medis kami siaga di posko memberikan pengobatan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan, Pemprov Sultra mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.
Hingga Minggu, 10 Mei 2026, banjir meluas di RT 03, RT 09, RT 12, RT 13, dan RT 14 Kelurahan Lepo-Lepo.
Jumlah korban terdampak meningkat signifikan dibanding sehari sebelumnya.
Pada Sabtu, tercatat 42 KK atau 112 jiwa terdampak banjir.
Sementara Minggu, jumlahnya naik menjadi 225 KK atau 685 jiwa.
Lokasi pengungsian dipusatkan di Masjid At-Taubah dengan sekitar 150 pengungsi dari RT 13 dan RT 14.
Data pengungsi terdiri dari dua bayi, satu balita, dan tujuh lansia.
Penanganan banjir melibatkan Sentra Meohai Kemensos RI, BASARNAS, OPD Pemprov Sultra, dan Pemkot Kendari.
Dinas Sosial Sultra mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik bagi korban.
BPBD Sultra menyiapkan perahu karet dan tenda darurat untuk membantu proses evakuasi warga.
Brimob Polda Sultra turut membantu penyediaan alat penjernih air dan pengamanan wilayah terdampak banjir.*










