KENDARI, KENDARIKINI.COM – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara, Dr. Abd. Qohar AF., S.H., M.H., memimpin Apel Penguatan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 di halaman Kantor Kejati Sultra, Rabu (11/2/2026).
Apel tersebut diikuti Wakil Kajati, para Asisten, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator, Jaksa Fungsional, serta seluruh pegawai di lingkungan Kejati Sultra.
Kegiatan dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama, Pakta Integritas, serta Maklumat Pelayanan sebagai bentuk kesungguhan dalam mewujudkan reformasi birokrasi yang akuntabel dan berintegritas.
Dalam arahannya, Kajati Sultra menegaskan bahwa penguatan komitmen ini penting untuk mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang telah diraih, sekaligus sebagai langkah strategis menuju predikat WBBM Tahun 2026.
“Transformasi birokrasi di segala lini adalah hal yang mutlak. Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan mendasar untuk meningkatkan kredibilitas dan integritas moral ASN di lingkungan Kejaksaan RI,” tegas Abd. Qohar.
Ia menyebut terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus Kejati Sultra dalam meraih WBBM, yakni integritas sebagai harga mati dengan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), pelayanan prima yang cepat dan transparan, serta perubahan pola pikir dari paradigma “dilayani” menjadi “melayani”.
Kajati juga mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas harus menjadi komitmen berkelanjutan. Upaya pencegahan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tidak boleh berhenti setelah predikat diraih, melainkan terus diperkuat dan diwariskan kepada generasi penerus Adhyaksa.
Ia menekankan pentingnya penanganan perkara secara profesional, terukur, dan akuntabel agar Kejaksaan tetap menjadi lembaga penegak hukum yang dipercaya masyarakat.
Melalui apel tersebut, seluruh jajaran Kejati Sultra menyatakan kesiapan untuk bekerja secara profesional dan berintegritas dalam mewujudkan supremasi hukum yang adil dan bermartabat di Sulawesi Tenggara.*










