KENDARIKINI.COM – Kementerian Komunikasi dan Teknologi (Komdigi) menggelar Insight Talks bertajuk “Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial” di Swiss-Belhotel Kendari, Rabu (13/5/2026).
Hal ini merupakan upaya Komdigi, meningkatkan kesadaran masyarakat dan insan pers, pentingnya memahami perkembangan teknologi informasi Artifisial Intelligence (AI).
Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, literasi media, standar etika jurnalistik, dan kemanusiaan menjadi kunci utama peran insan pers di tengah derasnya arus informasi hoax, disinformasi, misinformasi di era digital dan AI.
“Bahwa AI adalah alat bantu yang tidak mungkin menggantikan peran nurani manusia, sehingga di era serba digital saat ini masa depan tidak hanya ditentukan pada ukuran seberapa mahir kita menggunakan AI, namun juga seberapa perlu kita memegang standar etika dan kemanusiaan,” ujar Farida Dewi Maharani, Rabu (13/5/2026).
Dalam kegiatan ini, juga digelar Talk show, menghadirkan narasumber Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Penelitian Pendataan dan Ratifikasi Pers, dan Asisten Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia, Iis Zatnika.
Dalam paparannya, Yogi Hadi Ismanto, menejelaskan pentingnya kewajiban perusahaan pers dalam menjaga dan mempublikasikan produk jurnalistik. Karena menurut, ketika terjadi kesalahan pada produk jurnalistik yang bertanggung jawab adalah perusahan pers.
“Yang wajib menjaga produk jurnalistik adalah perusahan pers, karena berita yang bertebaran di mana-mana ini produk perusahaan pers, jadi kalau ada produk jurnalistik yang salah yang bertanggung jawab bukan wartawan, Pimrednya yang kita cari,” jelasnya.
Sementara itu, Iis Zatnika menekankan sangat penting peran insan pers menjaga kualitas informasi dalam menggunakan AI. Namun, ia menegaskan penggunaan AI bagi insan pers bukan sesuatu yang wajib berlaku pada perusahaan pers, melainkan pilihan.
“Yang menggunakan IA boleh-boleh saja, yang tidak menggunakan AI juga tidak masalah karena AI hanya alat bantu mempermudah kerja-kerja jurnalis,” tegasnya.
Diskusi berlangsung hangat dan mendalam, membahas bagaimana masyarakat menjadi pengguna media yang kritis dan insan pers dapat menjadi menjadi pilar demokrasi menyebarkan informasi yang bertanggung jawab di era digital yang semakin berkembang pesat.
Pada sesi berikutnya, dilanjutkan dengan workshop interaktif dengan tema “Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Digital” yang disampaikan oleh Dosen FISIP UHO/Certified AI Trainer, Ricky Ramadhan R.
Dalam sesi tersebut, Ricky Ramadhan, mengajak dan mengingatkan peserta untuk menggunakan AI secara positif.
“Ingat gunakan secara bijak, dan AI adalah mitra kita bukan sebagai pengganti kita,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi media secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi kecerdasan artifisial secara bijak guna mendukung produktivitas di era digital.(Faldi)*










