KENDARIKINI.COM – Seorang warga Kelurahan Wolo, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, keluhkan aktivitas PT. Ceria Nugraha Indomata yang belum membayar lunas lahan kebun miliknya.
Hal ini berdasarkan video viral di media sosial (Medsos) yang di unggah pemilik akun Facebook Faisal Fahyudi.
“Saudara kami Rustam adalah masyarakat kelurahan wolo yang sudah berkebun sejak tahun 1999 dan hari ini kebun tersebut masuk di IUP PT CNI, dan sejak adanya CNI yang membawah iup dari negara sampai hari ini CNI belum melakukan pembayaran atau pelunasan terhadap kebun sodara Rustam,” katanya.
Rustam menambahkan, lahan kebun tersebut telah dikelolanya sejak tahun 1999. Namun saat digunakan PT. CNI sebagai lahan pertambangan tidak menunaikan hak-haknya kepada pemilik kebun.
“Kepada bapak Presiden kami mohon perhatianya atas penindasan pihak perusahaan CNI yang sudah merampas hak kami, dan sampai detik ini tidak ada pelunasan,” tambahnya.
Sementara itu, Menurut Dept Legal PT CNI Kenny Rochlim, bahwa Ceria Group adalah Perusahaan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Objek Vital Nasional di Kecamatan Wolo.
Perihal klaim salah satu warga bersama anaknya yang masih dibawa umur yang berkaitan lahan dan tanam tumbuh dalam WIUP CNI, klaim awalnya berada dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Kenny menjelaskan, dalam dokumentasi foto maupun video yang telah beredar pada media sosial yang terkesan pihak perusahaan belum memberikan pelunasan atas pengarapan diatas lahan kebun klaim salah satu warga tersebut.
“Maka kami tegaskan bahwa lokasi yang telah terbuka bukanlah lokasi diawal klaim lahan warga tersebut,” ungkap Kenny melalui keterangan tertulisnya pada media ini, Jumat (14/2/2025).
Kenny mengharapkan bahwa semua pihak harus mematuhi hukum hak tanah dalam kawasan hutan sesuai perundang-undangan.
“Namun Jika ada klaim yang diluar kawasan hutan, maka mereka penyampaikan dan perlihatkan bukti-bukti alas hak atas tanah yang mereka klaim, bukan asal menunjuk klaim lokasi yang telah terbuka bahwa tanaman kebun nya telah tergusur,” pungkasnya.**










