KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat layanan keterbukaan informasi publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor.
Langkah ini dinilai penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan transparan di daerah.
Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio, menegaskan keterbukaan informasi harus menjadi bagian utama pelayanan pemerintah.
Menurutnya, transparansi berdampak besar terhadap sektor investasi karena memberikan kepastian dan akses informasi bagi publik.
“Daerah yang terbuka akan lebih dipercaya oleh masyarakat dan investor,” ujarnya.
Hal ini disampaikan pada Rapat Sinergitas Komisi Informasi Sultra bersama PPID se-Sultra, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Zahrah Syariah Kendari dengan tema penguatan sinergi menuju Sultra informatif.
Asrun mengungkapkan nilai Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Sultra 2025 berada pada angka 65,18.
Capaian kategori sedang itu menunjukkan perlunya pembenahan sistem layanan informasi secara berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat terkait hak memperoleh informasi publik.
Pemerintah tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat mampu memanfaatkannya secara optimal.
Selain itu, peningkatan kapasitas PPID melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah strategis.
Seluruh OPD juga didorong menghadirkan layanan informasi digital melalui website yang terus diperbarui.
“Informasi harus selalu diisi dan diperbarui secara konsisten,” tegasnya.
Ketua Komisi Informasi Sultra, Hasmansyah Umar, menegaskan komitmen mendorong keterbukaan informasi publik.
Ia menyebut Komisi Informasi berperan memastikan hak masyarakat atas informasi terpenuhi secara maksimal.
Pihaknya juga mendorong badan publik lebih proaktif membuka akses informasi kepada masyarakat.*










