KENDARIKINI.COM – Koalisi aktifis Pemerhati Lingkungan pertambang dan Sulawesi Tenggara (Kapitan Sultra) soroti terkait dugaan kepemilikan motor gede (Moge) Harley Davidson (HD) oleh salah satu pejabat yang menjabat sebagai Sales Area Menejer PT Pertamina Putra Niaga berinisial MF.
Dugaan ini erat kaitannya dengan momentum yang menghebohkan masyarakat ihwal berita dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite oplosan yang disangkut pautkan dengan PT Pertamina Patra Niaga Sultra.
Sekretaris Jendral (Sekjend) Kapitan Sultra, Ados Nusantara menyebut, dua unit kendaraan motor Harley Davidson tersebut di duga hasil dari tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
“Kami menemukan Kejanggalan Pada Sales Area Meneger PT.pertamina Patra niaga tentang Dugaan kepemilikan Dua buah motor Harley Davidson yang diduga hasil dari KKN terkait pembagian Kouta BBM jenis pertalite,solar,dan gas Elpiji 3 KG,” katanya, Minggu (16/3/2025).
Lanjut, kata dia, dugaan ini menimbulkan banyak pertanyaan pada khalayak ramai soal kekayaan yang dimiliki oleh MF.
“Tentang dua buah Harley Davidson yang kami duga di miliki oleh Sales Area Meneger PT Pertamina Putra Niaga wilayah Sulawesi Tenggara ini memunculkan pertanyaan publik tentang kekayaan yang di milikinya,” ujarnya.
Menurutnya, ini bukan hal yang biasa. Sebab MF menduduki posisi sentral dalam pendistribusian kuota dan dugaan BBM oplosan.
“Sangat diluar nalar manalagi oknum tersebut mempunyai peran strategis terkait pembagian kuota hingga maraknya BBM oplosan” pungkaanya.
Olehnya itu, Ados meminta kepada seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum Sales Area Meneger PT. Pertamina Putra Niaga berinisial MF.
“Kami berharap agar pihak kejaksaan tinggi Sultra dan PPATK untuk memeriksa oknum PT Pertamina Patra niaga inisial MF untuk diperiksa. Karena kami duga aliran dana itu merupakan hasil gratifikasi pembagian kuota yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan yang ada berdasarkan SKK migas,” pungkasnya.
Sementara itu media ini masih berusaha mengkonfirmasi ke pihak terkait lainnya.(Amin).*










