KENDARIKINI.COM – Kapolres Konut AKBP Rico Fernanda melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Konut Aipda Muhammad Ikbal menyampaikan update perkembangan jalur trans Sulawesi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konut pada Rabu 16 April 2025.
“Masih terjadi Luapan Air Sungai Lalindu sehingga mengakibatkan air menggenangi badan Jalan Poros Trans Sulawesi sepanjang ± 150 meter , dengan ketinggian air bervariasi berkisaran dari ± 30 cm, sampai dengan 80 cm, genangan air di permukaan jalan dan saat ini debit air masi terus mengalami kenaikan setinggi 20 cm,” jelasnya.
Lanjutnya untuk perlintasan kendaraan roda 2 (dua) masih di akses menggunakan jasa rakit yang di sediakan masyarakat setempat dengan tarif bervariasi sekitar Rp. 50.000 s/d Rp 100.000/ unit.
“Untuk perlintasan kendaraan roda 4 ( empat) jenis Avansa dan sejenisnya masih menggunakan jasa Rakit/pincara dengan tarif sekitar ± Rp 300.000 sampai Deng Rp 500.000, dan disesuaikan dengan berat muatannya dan kendaraan R4 Jenis Hilux/ Strada Triton Double cabin tidak dapat melintasi banjir disarankan menggunakan jasa pincara, sedangkan kendaraan R6 saat ini masih dapat melintasi genangan air dengan menggunakan jasa ekskavator dengan biaya Rp 300.000 s/d Rp 500.000, untuk kendaraan R10 masi dapat melintasi banjir,” bebernya.
Sambungnya saat ini Arus lalu lintas masih berjalan aman, lancar dan sudah tidak ada Antrian kendaraan sepanjang jalan trans Sulawesi, baik roda empat dan Roda Enam serta roda sepuluh dari arah Asera – Wiwirano maupun sebaliknya.
“Kami juga terus memberikan himbauan kepada warga baik pemilik Rakit/Pincara, maupun warga yang melintas untuk senantiasa selalu mengutamakan keselamatan,” tuturnya.
Pihaknya juga selalu mengingatkan kepada pemilik jasa pincara untuk memperhatikan baling-baling pada saat membunyikan mesin, merubah arah maupun pada saat berhenti.
“Memperhatikan sesama Pengemudi Pincara/rakit pada saat melintasi genangan air agar tidak saling berbentur,” harapnya.
Lanjutnya pihaknya juga menyampaikan bahwa Tarif angkutan jasa rakit di sesuaikan dengan hasil kesepakatan antara warga dan semua pihak.
“Kami juga menghimbau kepada pengemudi Pincara/rakit agar tidak mengoperasikan pincara atau rakit pada malam hari untuk mengantispasi terjadinya kecelakaan,” jelasnya.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa masih ada sebagian kendaraan roda enam, dan roda empat yang masih parkir di bahu jalan baik dari arah Kendari maupun dari arah wiwirano, namun tidak menghalangi Arus lalu lintas yang melintas.
“Saat ini giat masyarakat masih berjalan aman dan lancar hanya perlunya pengawasan dengan potensi kerawanan kamtibmas dan rebutan antrian antara rakit warga dan rakit,” pungkasnya.*










