KENDARIKINI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menyatakan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan Program Desa Nelayan. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, saat menghadiri peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Aula Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari, Senin (15/12/2025).
Peringatan Hari Ibu tahun ini, sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, difokuskan pada perempuan pekerja di wilayah pesisir sebagai bentuk pengakuan atas peran mereka dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan keberlanjutan sumber daya laut.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengatakan Program Desa Nelayan merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk perempuan.
Sebagai provinsi kepulauan dengan sekitar 74 persen wilayah berupa perairan, Sulawesi Tenggara menempatkan pembangunan masyarakat pesisir sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Program Desa Nelayan merupakan program pemerintah pusat. Di daerah, kami memperkuatnya melalui bantuan kepada nelayan dan petani, salah satunya berupa bantuan perbaikan rumah,” kata Andi Sumangerukka.
Ia menyebutkan, pada 2025 Pemprov Sultra telah merealisasikan bantuan perbaikan rumah bagi 200 unit rumah nelayan dengan nilai Rp50 juta per unit. Jumlah tersebut direncanakan akan ditingkatkan.
“Saya telah menginstruksikan agar bantuan tersebut ditingkatkan menjadi 1.000 unit rumah. Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, diharapkan Program Desa Nelayan dapat memberikan dampak ekonomi, terutama bagi perempuan pesisir,” ujarnya.
Menurut Andi Sumangerukka, perempuan pesisir memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi keluarga, mengembangkan usaha mikro, serta menjaga tradisi dan keberlanjutan sumber daya laut. Oleh karena itu, pengembangan Desa Nelayan tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan keterampilan, literasi ekonomi dan digital, pengembangan usaha mikro, serta perluasan akses pasar.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, menilai peringatan Hari Ibu sebagai momentum untuk menegaskan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pengingat akan peran perempuan sebagai fondasi keluarga dan bagian penting dalam pembangunan daerah,” kata Arinta.
Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan di Sulawesi Tenggara diarahkan pada penguatan ekonomi melalui UMKM, peningkatan akses pendidikan, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di ruang publik. Perempuan pesisir juga dinilai berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan keluarga serta mendorong pengembangan sektor maritim dan pariwisata.
Melalui penguatan Program Desa Nelayan, Pemprov Sultra berharap dapat meningkatkan ketahanan keluarga pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperluas peran perempuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.*










