Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaBegini Kronologi Pembusuran Pemuda di Kendari

Begini Kronologi Pembusuran Pemuda di Kendari

KENDARIKINI.COM – Sebelumnya diberitakan seorang pemuda menjadi korban pembusuran di Kota Kendari.

Terkait hal tersebut, Kapolsek Kemaraya
Iptu Busranuddin membenarkan peristiwa tersebut.

“Pada hari Senin tanggal 17 Februari 2025 sekitar pukul 23.30 WITA bertempat di lorong Burung Maleo Kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari telah terjadi tindak pidana penganiayaan menggunakan busur terhadap korban Z (33) yang dilakukan oleh pelaku dalam lidik,” jelasnya Selasa 18 Februari 2025.

Lanjutnya kronologi kejadiannya, awalnya korban sedang beristirahat tidak lama kemudian sekitar pukul 23.00 WITA korban mendengar suara keributan di depan rumahnya, sehingga korban terbangun dan menuju ke depan rumahnya, selanjutnya korban mendengar informasi dari warga sekitar bahwa telah terjadi penyerangan di rumah M yang dilakukan oleh bebebrapa OTK menggunakan sajam.

“Kemudian sekitar pukul 23.30 WITA saat korban sementara duduk-duduk di di depan rumahnya bersama orang tuanya, tidak lama kemudian beberapa OTK tersebut yang berjumlah sekitar 50 orang menggunakan sepeda motor sambil berboncengan dengan memegang parang dan busur datang dan saat itu berada di depan gerbang lorong. Maleo yang tidak jauh dari rumah korban, tiba-tiba dari salah satu rombongan tersebut langsung melepas mata busur tersebut ke arah korban yang mengenai pipi kiri korban,” ungkapnya.

Kemudian beberapa warga sekitar langsung menghubungi pihak kepolisian untuk datang ke TKP.

“Personil Polsek Kemaraya mendatangi TKP namun bebebrapa OTK tersebut sudah tidak ada, sehingga korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Ismoyo Kendari untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut,” tuturnya.

Pihaknya juga menyampaikan akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka busur dengan kondisi korban dalam keadaan sadarkan diri di ruangan UGD RS. Ismoyo dengan posisi busur saat ini masih menancap dan rencana korban akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Korban menambahkan keterangan bahwa yang melepas busur menggunakan Woody berwarna putih sementara yang mengendarai sepeda motor menggunakan Woody hitam,” bebernya.

Selain itu berdasarkan keterangan saksi M yang seorang pelajar bahwa peristiwa pembusuran ini dipicu kejadian sebelumnya.

“kejadian sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2025 sekitar pukul 22.00 WITA awalnya M sedang nongkrong bersama teman-temannya di depan Gerbang Maleo, tidak lama kemudian datang D bersama rekannya berbonceng 3 dalam kondisi mabok,” jelasnya.

Kemudian D meminta uang kepada A rekam M namun saat itu Madi merasa keberatan.

“Sehingga berkata “kenapa ko minta uangnya temanku” Tiba-tiba salah satu rekan Diswan berkata “dia melawan ini anak” sambil mengarahkan tangannya ke hidung M sehingga terjadi perkelahian, saat itu rekan D memberitahukan akan melaporkan kepada rekannya atas pemukulan yang dilakukan oleh M,” jelasnya.

Terkait peristiwa tersebut juga Polsek Kemaraya sementara melakukan Lidik.

“Saat ini unit Reskrim Polsek Kemaraya sedang memeriksa saksi-saksi,” pungkasnya.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -