Sabtu, Juni 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaBegini Penjelasan SPBU Fookuni Raha Soal Tudingan Penjualan BBM Subsidi yang Tak...

Begini Penjelasan SPBU Fookuni Raha Soal Tudingan Penjualan BBM Subsidi yang Tak Transparan

KENDARIKINI.COM – Pihak SPBU Fookuni Raha menampik dugaan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Sebelumnya, Jurnalis Kendarikini.com menerima informasi seputar dugaan penjualan solar di SPBU Fookuni Raha dilakukan secara sembunyi-sembunyi melalui postingan akun Facebook Wuna Mokesa pada Senin (17/2/2025)

“SPBU Fookuni Raha melakukan penjualan solar tanpa ada jadwal yang jelas, menjual secara sembunyi sembunyi,” tulisnya.

Saat Jurnalis media ini mengonfirmasi pengawas SPBU Fookuni Raha, Rosman, bahwa pihaknya menampik dugaan tersebut.

“Ini SPBU kan kecil, mana mungkin mau dilakukan sembunyi-sembunyi,” katanya, Rabu (19/2/2025).

Lanjut, kata dia, penjualan BBM sekarang ini menggunakan aplikasi scan barcode. Bila tidak menggunakan barcode akan berdampak pada penjualan BBM.

“Sementara sekarang itu menggunakan barcode. Kalau SPBU tidak menggunakan barcode kita di blacklist kita punya solar. Karna kita ada dia punya persen setiap penjualan. Kapan kurang dari 100 persen kita di blacklist juga kita punya penjualan,” ujarnya.

Ia juga menampik adanya dugaan perihal penjualan BBM yang dikuasai oleh petugas SPBU.

“Bagaimana mau dikuasai, ini hanya diperuntukkan untuk mobil-mobil umum. Kan begini sekarang, penjualan solar dan pertalite menggunakan barcode. Jadi bagaimana kita mau dapat barcode sebanyak 10 itu dalam SPBU, sementara dia keluar harus melalui barcode,” ungkapnya.

Kemudian penjualan solar tidak menentu jadwal penjualannya. Hal ini tergantung dari ketentuan Depot Pertamina.

“Solar tidak menentu kapan masuknya, kadang hari senin, hari jumat, hari sabtu. Jadi penjualan solar itu tidak menetap,” bebernya.

Perihal managemen perjualan solar ini, Kapolsek Katobu Iptu La Ode Alimusmin menyampaikan bahwa pihaknya hanya melakukan pemantauan. Hal ini dikarenakan jadwal operasional yang tidak menentu.

“Kita hanya pantau saja. Karna kita tidak tahu jadwalnya kapan dijual,” tutupnya.**

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -