Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaRDP di DPRD Kota Kendari, Camat Baruga dan Lurah Lepo-Lepo Ungkap Sejumlah...

RDP di DPRD Kota Kendari, Camat Baruga dan Lurah Lepo-Lepo Ungkap Sejumlah Masalah Sejak Exodus Beraktivitas

KENDARIKINI.COM – Exodus Cafe kerap menimbulkan kemacetan di jalan protokol Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Hal ini disampaikan oleh Camat Baruga Rahmat Yunus saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPRD Kota Kendari pada jumat (20/12/2024) siang.

Rahmat mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran pada rabu (18/12/2024) yang memuat penertiban parkir kendaraan guna menghindari kemacetan.

“Dua hari yang lalu kami sudah mengeluarkan surat edaran memang salah satunya adalah rujukannya bahwa seperti yang disampaikan teman-teman kompas bahwa terjadi kemacetan di beberapa ruas,” katanya.

Lanjut, kata dia, kemacetan di ruas jalan protokol kecamatan Baruga tersebut disebabkan oleh kurang penyediaan lahan parkir di kawasan Exodus Cafe.

“Karna area parkir yang tidak mereka (Exodus Cafe) sediakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam surat edaran yang dimaksud berisi tentang penekanan pada semua unit pelaku usaha untuk menyediakan lahan parkir, khususnya di jalan protokol menuju Bandara.

“Dalam edaran itu memang kami tekankan bahwa semua unit usaha yang berada di jalan protokol khususnya menuju bandara itu untuk menyediakan lahan parkir. Sehingga tamu-tamu mereka itu tidak parkir di sembarang jalan yang mengganggu ketertiban pengguna jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Lepo-Lepo Medi M. Ali Malaka menyampaikan sebelumnya pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Exodus Cafe perihal pengelolaan sampah dan keamanan.

Akan tetapi, seiring perjalanannya melahirkan sejumlah masalah yang berkaitan dengan parkiran dan manajemen jam tayang.

“Tetapi berjalannya waktu disitu memang banyak masalah yang muncul, terutama masalah parkiran dan jam tayangnya,” terangnya.

Sambungnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan Exodus Cafe terkait jam tayang. Hal ini berdasarkan aduan dari warga setempat.

“Kami koordinasi dengan pihak Exodus itu hanya sampai jam 2 tapi faktanya sampai jam 5 subuh,” pungkasnya.**

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -