KENDARIKINI.COM, KENDARI – Kondisi ruas Jalan Budi Utomo THR yang menghubungkan Kelurahan Wua-Wua dan Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah titik jalan terlihat berlubang dan membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan jurnalis KENDARIKINI.COM, lubang di ruas jalan tersebut tersebar di beberapa titik dengan kedalaman mencapai hampir setengah meter. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari.
Padahal, Jalan Budi Utomo THR merupakan jalan strategis yang telah dihibahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemerintah Kota Kendari. Jalan ini berfungsi sebagai jalur alternatif untuk memperlancar mobilitas warga, mengurai kemacetan, serta membuka akses ekonomi baru di Kota Kendari.
Salah seorang warga setempat berinisial Y mengungkapkan, kondisi jalan yang berlubang kerap membahayakan pengendara.
“Hampir tiap hari lewat di sini, lubangnya dalam sekali. Sangat berbahaya,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Muh. Jayadi, mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari menjadi salah satu kendala dalam penanganan jalan tersebut.
Jayadi menyebut, usulan peningkatan Jalan Budi Utomo THR menjadi dua jalur sebenarnya telah diajukan sejak tiga tahun lalu. Namun, realisasinya belum dapat dilakukan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
“Jalan Budi Utomo ini sudah diusulkan untuk dua jalur sejak tiga tahun lalu, tetapi kalau kita bicara kemampuan anggaran daerah, tentu ada keterbatasan. Kami harus menyesuaikan dengan kondisi APBD,” ujar Jayadi saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
PUPR Kota Kendari, lanjut Jayadi, akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian program pembangunan infrastruktur berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.*










