KENDARIKINI.COM – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara mengaku mengalami dugaan serangan siber terhadap pengurusnya.
Dugaan serangan itu muncul setelah AMAN Sultra aktif mengkritisi berbagai persoalan publik di Sulawesi Tenggara.
Organisasi mahasiswa tersebut menilai tindakan itu sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat di ruang digital.
Kabid Advokasi dan Pergerakan AMAN Sultra, Ikram, mengatakan kritik merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab mengawal kebijakan pemerintah dan berbagai persoalan masyarakat.
“Kami menyayangkan dugaan intimidasi melalui ruang digital. Kritik dan penyampaian aspirasi adalah bagian dari demokrasi,” kata Ikram.
Ia menyebut dugaan serangan terjadi setelah AMAN Sultra menyoroti isu penegakan hukum, pertambangan, dan kebijakan publik.
Sementara itu, Ketua AMAN Sultra menegaskan organisasinya tidak akan mundur menjalankan fungsi kontrol sosial.
Pihaknya meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan serangan siber tersebut jika ditemukan unsur pelanggaran hukum.
“Kami meminta persoalan ini ditangani serius. Ruang digital harus menjadi tempat demokrasi berkembang,” tegasnya.
Ketua AMAN Sultra juga mengimbau seluruh kader tetap menjaga sikap dan menempuh jalur hukum bila dirugikan.
Menurutnya, perjuangan menyuarakan kepentingan masyarakat akan terus dilakukan sesuai aturan dan prinsip demokrasi.
“Gerakan mahasiswa tidak akan berhenti karena tekanan. Kami tetap mengawal setiap persoalan yang menyangkut kepentingan publik,” tutupnya.*










