KENDARIKINI.COM – PT Vale Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi berbasis ESG senilai US$750 juta, dengan opsi tambahan US$250 juta.
Fasilitas ini menjadi yang pertama bagi PT Vale, sekaligus memperkuat strategi keuangan berkelanjutan dan mendukung proyek strategis perusahaan.
Pinjaman tersebut didukung 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan hingga 1,7 kali, menunjukkan tingginya kepercayaan pasar.
Permintaan nikel global meningkat seiring percepatan energi terbarukan dan kendaraan listrik, menjadikan posisi PT Vale semakin strategis.
Perusahaan dikenal memiliki intensitas karbon rendah, didukung operasional berbasis energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air.
Fasilitas ini mengacu pada Sustainability-Linked Financing Framework dengan indikator penurunan emisi karbon dan peningkatan energi terbarukan.
Kedua indikator tersebut mendapat penilaian “strong” dari lembaga independen, sejalan target Paris Agreement dan kontribusi NDC Indonesia.
Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto, menyebut fasilitas ini memperkuat komitmen dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Dana pinjaman akan dialokasikan pada 2026 untuk proyek Pomalaa, Morowali, dan Sorowako Limonite.
Pada 2027, pendanaan difokuskan pada kelanjutan proyek serta partisipasi dalam proyek joint venture.
PT Vale juga menyalurkan manfaat finansial berbasis kinerja ESG untuk program pengembangan masyarakat sekitar.
Perbankan mitra menilai pembiayaan ini penting mendukung transformasi industri dan transisi energi berkelanjutan di Indonesia.*










