KENDARIKINI.COM – Puluhan mahasiswa pecinta alam dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXV di Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada 22–28 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi penyelaman (*diving*), transplantasi karang, Bajo Clean Up, hingga bakti sosial (baksos) bagi masyarakat setempat.
Pimpinan Operasi Diving, Feri, memimpin kegiatan penyelaman. Sementara itu, Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO), Ika Amalia, turut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Wangi-Wangi merupakan pintu gerbang utama Kepulauan Wakatobi yang dikenal memiliki kekayaan ekosistem laut. Kawasan ini berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia dengan keanekaragaman hayati bawah laut yang menjadi daya tarik penyelam,” katanya usai melepas peserta, Jum’at 23 Oktober 2026.
Sambungnya, Melalui kegiatan diving dan transplantasi karang, peserta diajak mengenal ekosistem laut sekaligus mendukung upaya pelestarian terumbu karang di perairan Wakatobi.
“Selain kegiatan konservasi laut, agenda Bajo Clean Up menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan ini melengkapi rangkaian TWKM XXXV yang tidak hanya berfokus pada aktivitas alam bebas, tetapi juga kepedulian lingkungan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Rangkaian kegiatan turut diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian mahasiswa pecinta alam terhadap masyarakat setempat.
“Melalui berbagai agenda tersebut, TWKM XXXV menjadi wadah silaturahmi mahasiswa pecinta alam se-Indonesia sekaligus mendorong aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat hubungan dengan masyarakat di Wakatobi,” pungkasnya.*













