KENDARIKINI.COM – Rapat paripurna pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Tariala, diwarnai kericuhan, Senin (24/8/2026).
Kericuhan terjadi di ruang rapat paripurna DPRD Sultra setelah Muttaqin Siddik, salah satu elite Partai NasDem, terlihat marah.
Dalam video yang diterima redaksi, Muttaqin bahkan tampak naik ke kursi pimpinan DPRD Sultra.
Ia terlihat hendak mengambil alih jalannya rapat sebelum sejumlah pegawai berusaha menenangkan dirinya.
Suasana ruang rapat kemudian berangsur mereda setelah Muttaqin berhasil ditenangkan.
Dikonfirmasi terpisah, Muttaqin mengaku jengah terhadap sikap sejumlah anggota DPRD Sultra yang tidak menghadiri rapat.
“Rakyat mengambil alih sidang paripurna. Sebagai rakyat saya merasa jengah,” kata Muttaqin kepada Sultranesia.com.
Menurutnya, rapat yang dijadwalkan pukul 09.30 Wita tersebut baru dimulai sekitar satu setengah jam kemudian.
Saat rapat hendak dimulai, jumlah anggota DPRD Sultra yang hadir disebut hanya 19 orang.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena agenda pengusulan pemberhentian Ketua DPRD Sultra sebelumnya beberapa kali tertunda.
Pada Jumat (21/8/2026), rapat dengan agenda serupa bahkan tertunda hingga tiga kali karena tidak memenuhi kuorum.
Diketahui, DPP Partai NasDem telah mengusulkan pergantian La Ode Tariala sejak 26 November 2025.
NasDem mengusulkan Syahrul Said sebagai pengganti La Ode Tariala sebagai Ketua DPRD Sultra.
Namun, hingga kini DPRD Sultra belum memproses usulan pergantian tersebut.
Berulangnya penundaan rapat membuat proses pergantian Ketua DPRD Sultra kembali menjadi perhatian publik.*












